Kandasnya Kisah Cinta Pemuda 19 Tahun dan Nenek Pujaan Hati Teman Sang Ibu...

Kompas.com - 05/07/2019, 10:36 WIB
Foto pernikahan nenek 58 tahun dan pemuda 19 tahun pada fanpage Facebook Lika Liku Kehidupan dan di grup Facebook Komunitas Anak Asli Pati. Dok. IstimewaFoto pernikahan nenek 58 tahun dan pemuda 19 tahun pada fanpage Facebook Lika Liku Kehidupan dan di grup Facebook Komunitas Anak Asli Pati.
Editor Rachmawati

KOMPAS,com - " Usia kita jelas tak sama, cinta kandas karena usia. Mengapa kita berjumpa. Selamat tinggal kekasihku, tak mungkin ku menunggumu Kelak engkau tambah usia, sedang aku semakin tua..."

Lirik lagu Cinta Kandas Beda Usia yang diciptakan Pidi Baiq, penulis novel Dilan 1991 seakan mewakili perjalanan kisah cinta seorang nenek berusia 59 tahun dan pemuda 19 tahun asal Pati.

Walaupun berbeda 39 tahun, Sutasmi (58), warga Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu dan Dwi Purwanto (19), warga Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso membuktikan rasa cintanya dengan mendaftar ke KUA Tayu.

Sayangnya, pernikahan terpaksa dibatalkan setelah ibu kandung sang pemuda datang ke KUA dan meminta agar penghulu membatalkan pernikahan anak lelakinya.


Sutami dan Dwi dijadwalkan menikah di KUA Tayu pada Rabu (3/7/2019). Usut punya usut, calon pengantin perempuan adalah teman ibu kandung pengantin pria.

Viral di media sosial

Ilustrasi pernikahan.IST Ilustrasi pernikahan.
Kisah cinta beda usai viral di media sosial setelah dua foto beredar di media sosial. Dalam salah satu foto tersebut terlihat calon mempelai wanita, Sutasmi (58), berhijab merah dan calon mempelai pria, Dwi Purwanto (19), mengenakan kopiah hitam duduk berdampingan di atas karpet biru.

Sementara satu foto sepasang pengantin membawa bunga adalah pasangan yang berbeda.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tayu, Pati, Ahmad Rodli mengatakan jika foto itu diambil saat Sutami dan Dwi di KUA Tayu menunggu wali pernikahan.

Mereka menunggu wali nikah selama satu jam agar akad nikah bisa dilangsungkan.

Namun, penantian mereka justri pahit karena masing-masing keluarga calon pengantin datang ke KUA dan meminta agar pernikahan Sutami dan Dwi dibatalkan.

"Jadi keduanya sudah menunggu lama. Beberapa saat kemudian keluarga masing-masing mempelai pun datang. Namun, bukan merestui, mereka justru mengamuk supaya pernikahan itu dibatalkan," katanya.

Berkas administratif Sutasmi dan Dwi Purwanto telah lolos dari pemeriksaan KUA Tayu. Keduanya tercatat mendaftar permohonan nikah pada 27 Juni 2019 dengan mahar uang tunai Rp 1 juta.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Regional
Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

Regional
11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

Regional
Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Regional
2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

Regional
Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Regional
5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

Regional
Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah Secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah Secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Regional
Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Regional
Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Regional
Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Regional
Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Regional
Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Regional
Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X