[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Ayah Pasangan Pernikahan Sedarah | Gadis Remaja Dikeroyok Jadi Viral, Risma Turun Tangan

Kompas.com - 05/07/2019, 06:57 WIB
Ilustrasi pernikahan sedarah Shutterstock.comIlustrasi pernikahan sedarah

KOMPAS.com - Kasus pernikahan sedarah antara Ansar (32) dan adik bungsunya FI (20) di Bulukumba, masih menjadi sorotan pembaca.

Ayah kandung dari kedua pasangan tersebut, Mustamin, mengaku malu atas perbuatan mereka.

Mustamin sejatinya ingin kedua anaknya tersebut mendapat hukuman setimpal karena dianggap telah melanggar ajaran agama.

Sementara itu, kasus dugaan pencabulan terhadap 30 siswa di sebuah SD di Lamongan juga masih ditelusuri polisi.

Menurut polisi, baru dua orangtua siswa yang berani melaporkan tindakan SR (41), oknum guru sekolah dasar di Kecamatan Kedungpring, Lamongan.

Berikut ini berita populer nusantara secara lengkap:

1. Pengakuan ayah kandung dari pasangan pernikahan sedarah

Ilustrasi pernikahan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi pernikahan.

Mustamin mengaku sangat malu atas perbuatan kedua anaknya, Ansar dan Fi. Dirinya pun berharap agar kedua anaknya itu menjauh dari keluarga.

"Saya tidak mau lagi melihat kedua anak itu. Jika hukum adat bisa dilakukan, kedua anak ini akan di-labu (ditenggelamkan di laut dengan cara dimasukkan ke karung)," ujar Mustamin.

Dirinya menjelaskan, awal pernikahan antara Ansar Mustamin dengan adik bungsunya itu sama sekali tidak diketahui oleh keluarga.

Baca berita selengkapnya: Ayah Kandung Pasangan Pernikahan Sedarah Ingin Kedua Anaknya Dihukum Setimpal

2. Kasus pencabulan siswa SD di Lamongan

SR duduk tertunduk saat dihadirkan dihadapan awak media dalam rilis di Mapolres Lamongan, Kamis (4/7/2019).HAMZAH ARFAH SR duduk tertunduk saat dihadirkan dihadapan awak media dalam rilis di Mapolres Lamongan, Kamis (4/7/2019).

SR telah menjadi tersangka setelah orangtua dari dua siswi SD yang menjadi korban melapor ke polisi.

Kedua orangtua tersebut, AG (48) dan HD (37), melaporkan kepada pihak kepolisian tertanggal 10 Mei 2019.

Pihak kepolisian menduga korban dari oknum guru cabul tersebut lebih dari dua orang siswa.

"Terindikasi ada 30 siswa, tapi yang berani lapor baru dua orang. Tidak hanya perempuan, tapi siswa laki-laki juga ada dan kami sudah memintai keterangan dan mereka mengakuinya," ujar Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat, dalam rilis di Mapolres Lamongan, Kamis (4/7/2019).

Baca berita selengkapnya: Korban Guru Cabul di Lamongan Ada 30, Baru 2 yang Berani Melapor

3. Viral video kekerasan remaja perempuan di Surabaya

Ilustrasi media sosial cyber bullyOcusFocus Ilustrasi media sosial cyber bully

Dalam video berdurasi 30 detik itu, terlihat seorang remaja perempuan dianiaya sekitar 8 orang lainnya.

Korban dijambak, dipukul, hingga ditendang. Ironisnya, korban dianiaya hingga jatuh dan menangis.

"Ayo Mbak, ayo, ayo Mbak, ayo terus," kata seorang perempuan dalam video sambil bersorak sorai dan tertawa.

Terkait aksi yang diduga terjadi di Dharmahusada Indah VIII, Gubeng, Surabaya, Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni menjelaskan, polisi tengah mendalami kasus tersebut.

"Sudah dilaporkan. Penyebabnya saling ejek ya dan sekarang hari ini sudah masuk penyidikan," kata Ruth Yeni dihubungi via telepon, Kamis (4/7/2019).

Sementara itu, Wali Kota Risma dipastikan akan turun tangan untuk menyelesaikan masalah yang viral di media sosial Facebook itu.

"Tapi pemerintah kota akan intervensi dari sisi keluarga. Mungkin ada masalah keluarga atau apa ya, kita masih menunggu," ujar Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya M Fikser. 

Baca berita selengkapnya: Viral Video Pengeroyokan Remaja Perempuan di Surabaya, Ini Kata Polisi

4. Pengurus Perindo di Sumbar mundur, ini alasannya...

Pendiri Perindo Sumbar HM Tauhid (kiri) menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada kepala sekretariat Perindo Sumbar, Zubir, Kamis (4/7/2019)PERDANA PUTRA Pendiri Perindo Sumbar HM Tauhid (kiri) menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada kepala sekretariat Perindo Sumbar, Zubir, Kamis (4/7/2019)

Sejumlah pendiri dan pengurus Partai Perindo Sumatera Barat ( Sumbar), ramai-ramai mundur dari partai yang diketuai Hary Tanoesoedibjo (HT) itu.

Pendiri Partai Perindo Sumbar, HM Tauhid mengatakan, pengunduran dirinya dilakukan karena kecewa dengan Hary Tanoe yang tidak merealisasikan janji.

"Sebelum Pemilu 2019, saya diminta fokus sebagai caleg untuk mendapatkan kursi. HT menjanjikan akan membantu alat peraga kampanye dan tim relawan, tapi sampai sekarang tidak terealisasi," kata HM Tauhid di Padang, Kamis (4/7/2019).

Baca berita selengkapnya: Kecewa dengan Hary Tanoe, Pengurus Perindo Sumbar Ramai-ramai Mengundurkan Diri

5. Alasan penjual bubur tega membunuh FA, anak berusia 8 tahun

Pelaku H saat berada di Polsek Moga Pemalang Jawa Tengah. H merupakan pelaku pembunuhan bocah FA (8) warga Megamendung Bogor Jawa Barat.Kompas.com/Ari Himawan Pelaku H saat berada di Polsek Moga Pemalang Jawa Tengah. H merupakan pelaku pembunuhan bocah FA (8) warga Megamendung Bogor Jawa Barat.

Kapolres Pemalang AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan, H mengaku membunuh bocah delapan tahun berinisial FA karena kesal diganggu oleh korban saat pulang berdagang.

"Dari keterangan pelaku, alasan dia membunuh ialah kesal ketika pulang berdagang diganggu oleh korban," ujar Kapolres, Rabu (3/7/2019).

Tanpa pikir panjang, H kemudian menghabisi nyawa korban dengan menenggelamkannya ke kolam yang ada di sebuah kontrakan kosong.

Setelah membunuh FA, pelaku kemudian kabur hingga akhirnya menyerahkan diri di Pemalang, Rabu.

Baca berita selengkapnya: Ini Alasan Pelaku Bunuh Bocah 8 Tahun yang Jenazahnya Ditemukan di Bak Mandi

Sumber: KOMPAS.com (David Oliver Purba, Perdana Putra, Hamzah Arfah, Rachmawati)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X