Bertengkar, Calon Penumpang Pukul Staf Maskapai Sriwijaya Air

Kompas.com - 04/07/2019, 18:54 WIB
IlustrasiPIXABAY.com Ilustrasi

 

MAKASSAR, KOMPAS.com – Seorang calon penumpang Sriwijaya Air, Claudiano Lemos Soares, warga Perumahan Taman Goysen Makassar terpaksa diamankan petugas Avsec Terminal Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Ia melakukan pemukulan terhadap seorang staf maskapai Sriwijaya Air, Ruslan Achmad, warga Prumahan Griya Batas Kota, Kabupaten Maros, Kamis (4/7/2019).

Menurut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani, pemukulan ini terjadi saat pelaku hendak menumpangi pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-591 dengan rute Makassar-Cengkareng.


Baca juga: Diduga Jadi Pelaku Pemukulan Seekor Kucing, Remaja Ini Ditahan

Pelaku yang mendatangi ruangan customer service Sriwijaya Air di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar terlibat percekcokan dengan dengan staf maskapai. 

Pesawat yang hendak ditumpangi pelaku mengalami penundaan pemberangkatan dari jadwal pukul 09.30 Wita menjadi 12.30 Wita.

Pelaku meminta penerbangannya untuk dialihkan ke pesawat lainnya agar bisa berangkat secepatnya, karena ingin melakukan penerbangan ke luar negeri.

Di situlah terjadi pertengkaran hingga berakhir pada pemukulan terhadap bagian wajah korban.

Baca juga: [KLARIFIKASI] Isu Pemukulan oleh Oknum Brimob hingga Korban Tewas Saat Kerusuhan 22 Mei

Petugas Avsec bandara dibantu anggota TNI AU datang mengamankan suasana dan membawa pelaku ke posko pengamanan.

“Pelaku dan korban sudah dibawa ke markas Polsekta Bandara untuk diproses. Korban mengaku telah dipukul sebanyak 1 kali di bagian pelipis sebelah kanan oleh pelaku. Sedangkan pelaku mengaku, ia melakukan pemukulan, karena tidak terima istrinya didorong sampai terjatuh ke kursi saat terjadi keributan. Pelaku juga telah meminta maaf atas tindakan yang telah dilakukannya,” katanya.

Sementara itu, Humas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Dian Permatasari yang dikonfirmasi membenarkan adanya kasus pemukulan yang dilakukan calon penumpang kepada staf maskapai Sriwijaya Air.

“Memang ada kasus pemukulan itu, tapi sudah diserahkan ke aparat Polsekta Bandara untuk proses lanjut. Karena staf maskapai tetap akan melanjutkannya hingga ke ranah hukum,” singkatnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Tersandung Kasus Hukum, Pria Ini Tetap Dilantik sebagai Anggota DPRD Gresik

Tersandung Kasus Hukum, Pria Ini Tetap Dilantik sebagai Anggota DPRD Gresik

Regional
Aceng Fikri Bisa Pastikan Wanita yang Bersamanya di Dalam Kamar Hotel Istri Sah

Aceng Fikri Bisa Pastikan Wanita yang Bersamanya di Dalam Kamar Hotel Istri Sah

Regional
Dokter Gigi Terduga Teroris di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Dokter Gigi Terduga Teroris di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Regional
Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Regional
Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Regional
Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Regional
Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Regional
6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

Regional
Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Regional
Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Regional
Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Regional
Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Regional
Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Regional
3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

Regional
Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X