Hakim Tanya Ayah Taruna ATKP Apakah Mau Maafkan Pembunuh Anaknya

Kompas.com - 04/07/2019, 17:15 WIB
Muhammad Rusdi (21), terdakwa kasus penganiayaan yang berujung tewasnya taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, saat hadir di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (24/6/2019) lalu. KOMPAS.com/HIMAWANMuhammad Rusdi (21), terdakwa kasus penganiayaan yang berujung tewasnya taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, saat hadir di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (24/6/2019) lalu.

MAKASSAR, KOMPAS.com — Sidang kasus pembunuhan Aldama Putra Pongkala, taruna tingkat I Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, ditunda lantaran salah satu hakim anggota, Harto Ponco, berhalangan hadir, Kamis (4/7/2019).

Namun, sebelum menunda sidang, ketua majelis hakim Suratno sempat memanggil Daniel Pongkala, ayah Aldama, yang juga hadir menyaksikan persidangan.

Daniel mengaku ditanya apakah bersedia menerima permohonan maaf keluarga besar dari Muhammad Rusdi, terdakwa yang membunuh anaknya.

Daniel mengatakan tetap bersedia memaafkan Rusdi beserta keluarga besar, tapi ia mengharapkan proses hukum harus berjalan. 


"Ya kalau saya secara pribadi saya maafkan, tapi dimaafkan, ya hukum tetap berjalan karena kami serahkan semua ke proses hukum," ujarnya, Kamis. 

Baca juga: Kasus Pembunuhan Taruna ATKP Makassar: Sewaktu Sekarat Aldama Tidak Dibawa ke Ruang Kesehatan

Saat memasuki ruang sidang, Rusdi didampingi Wakil Direktur Bidang Ketarunaan ATKP Makassar Nining Idyaningsih bersama seorang anggota TNI Angkatan Udara.

"Kami di sini cuma mendampingi, melihat proses persidangan hingga selesai," ujarnya seusai sidang ditunda. 

Baca juga: Ayah Taruna ATKP yang Tewas Maafkan Pembunuh Anaknya

Suratno mengatakan, sidang akan kembali digelar pada Rabu (10/7/2019).

Muhammad Rusdi yang menjadi terdakwa dalam kasus ini akan diperiksa perihal dugaan penganiayaan yang dilakukan hingga mengakibatkan nyawa Aldama hilang.

Sebelumnya dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Tabrani, Rusdi dinyatakan melakukan penganiayaan yang berujung tewasnya Aldama.

Penganiayaan dilakukan setelah terdakwa melihat yuniornya itu tiba di ATKP dengan tidak menggunakan helm saat dibonceng ayahnya, Minggu (3/2/2019). 

Sebelum menganiaya Aldama, Rusdi terlebih dahulu memerintahkannya untuk sikap tobat di mana kepalanya ditahan menggunakan sebuah botol. Ada empat taruna lain yang menyaksikan Aldama dibawa ke barak bravo 6 untuk menemui Rusdi. 

Namun, saat Rusdi hendak memukul Aldama, para taruna tersebut diperintahkan untuk tidak menyaksikannya. Sekitar pukul 21.45 Wita, Aldama dipukul di atas ulu hati yang menyebabkannya langsung tumbang. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Regional
Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Regional
Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Regional
Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Regional
Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Regional
Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Regional
Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Regional
Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Regional
WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

Regional
PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

Regional
Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X