Diintai 1 Bulan, Gembong Narkoba Ini Tewas Diterjang 3 Timah Panas

Kompas.com - 04/07/2019, 16:25 WIB
Ilustrasi penembakan Ilustrasi penembakan

KOMPAS.com - Polisi terpaksa melepaskan tiga timah panas untuk melumpuhkan gembong narkoba di Surabaya, LS (30), Selasa (2/7/2019). LS pun meregang nyawa dengan tiga luka tembak di dadanya. 

LS sudah menjadi target operasi Polda Jawa Timur selama satu bulan. Gembong narkoba tersebut telah beberapa kali lolos dari penggerebekan petugas. 

Menurut keterangan Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata, Rabu (3/7/2019), LS sempat melawan dan menodongkan pistol airsoftgun ke arah petugas.


Polisi juga telah melepaskan tembakan peringatan sebelum melumpuhkan LS.

"Pada saat penangkapan pelaku melakukan perlawanan dengan senjata air gun yang diacungkan ke petugas," kata Leo.

"Diberikan tembakan peringatan tetap melawan, lalu dilakukan penembakan kepada yang bersangkutan dan meninggal dunia," tambahnya, seperti dilansir dari Tribunnews.

Baca juga: Jokowi Tak Mau Jawab Soal Pertemuan dengan Prabowo

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari LS, warga Tropodo, Sidoarjo.

Barang bukti tersebut adalah dua plastik berisi sabu seberat 150 gram, dua plastik kecil masing-masing seberat 60 gram. Selain itu, polisi juga menyita senjata tajam milik pelaku.

"Tindakan tegas terukur harus dilakukan petugas karena tersangka membahayakan keselamatan petugas," pungkas Leo.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Tiga Peluru Tembus Dada, Sepak Terjang Luis Bandar Narkoba yang Dikenal Licin Itu Akhirnya Tamat (Hendra Gunawan)

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' dan 'Maluku'', Diduga dari Koran yang Menempel

Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" dan "Maluku"", Diduga dari Koran yang Menempel

Regional
Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X