4 Fakta Penangkapan 5 Aktivis RMS, Pensiunan PNS hingga Dijerat Pasal Makar

Kompas.com - 04/07/2019, 13:32 WIB
Aparat kepolisian dan TNI menangkap lima orang aktivis RMS di sebuah rumah di Desa Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (29/6/2019)/Foto dok: Humas Polda MalukuRAHMAT RAHMAN PATTY Aparat kepolisian dan TNI menangkap lima orang aktivis RMS di sebuah rumah di Desa Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (29/6/2019)/Foto dok: Humas Polda Maluku

KOMPAS.com - Polisi mengamankan lima aktivis Republik Maluku Selatan ( RMS) di salah satu rumah di Desa Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Penangkapan terhadap kelima simpatisan RMS itu dilakukan petugas gabungan pada Sabtu pagi (29/6/2019).

Berikut 4 fakta dari penangkapan lima orang aktivis organisasi yang memproklamasikan kemerdekaan pada April 1950 tersebut:

1. Dibawa menggunakan speedboat

Ilustrasi perahu motorKOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSO Ilustrasi perahu motor
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan kelima aktivis tersebut dibawa ke Kantor Polres Pulau Ambon dengan menggunakan dua speedboat.


Mereka ditangkap di salah satu rumah sederhana di Desa Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Rumah tersebut disinyalir menjadi pusat aktivitas organisasi terlarang.

Baca juga: Jadi Koordinator RMS, Pensiunan PNS Berumur 80 Tahun Ditangkap Polisi

2. Mengamankan bendera "Benang Raja"

Ilustrasi kejahatan di jembatan penyeberangan orang (JPO) DPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ilustrasi kejahatan di jembatan penyeberangan orang (JPO) DPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Setelah penggebrekan, aparat gabungan kemudian melakukan patroli dan berhasil mengamankan satu bendera Benang Raja yang dikibarkan di atas pohon ketapang di desa tersebut.

Selain itu, polisi juga mengamankan satu berkas yang berjudul Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Masjarakat Adat.

Bendera "Benang Raja" juga pernah dikibarkan pada tahun 2017 oleh orang tidak dikenal di SD Inpres 21 kawasan Jalan dr Kayadoe, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe Ambon, tepatnya Jumat (27/1/2017) lalu.

Pada tahun 2016 lalu, bendera Republik Maluku Selatan  juga pernah dikibarkan orang tak dikenal di kawasan Halong, Kota Ambon, Maluku, tepatnya Senin (25/4/2016) bertepatan dengan HUT RMS yang diperingati setiap 25 April,

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X