Buaya Kerap Muncul di Sungai Kahuripan Pekalongan, Warga Resah

Kompas.com - 03/07/2019, 20:21 WIB
Warga dan relawan peduli satwa menyisir Sungai Kuripan Kota Pekalongan Jawa Tengah untuk menangkap buaya muara yang kerap terlihat. Kompas.com/Ari HimawanWarga dan relawan peduli satwa menyisir Sungai Kuripan Kota Pekalongan Jawa Tengah untuk menangkap buaya muara yang kerap terlihat.

PEKALONGAN, KOMPAS.com - Seekor buaya muara kerap terlihat oleh warga Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Buaya muara yang masih anakan tersebut terlihat setiap hari di pagi dan sore di pinggiran Sungai Kuripan.

Dani (16), salah seorang warga Kelurahan Kuripan, Gang 23, mengaku kerap melihat buaya tersebut baik di air maupun saat di darat. Awalnya hanya indukannya saja yang terlihat sejak setahun silam, namun akhir-akhir ini anakan buaya kerap berada di pinggir sungai.

"Memang tidak mengganggu masyarakat tapi meresahkan terutama yang memancing di pinggir sungai," kata Dani.


Baca juga: Dramatis, Penangkapan Buaya Berukuran 4,5 Meter yang Terbesar di NTT

Kemunculan buaya tersebut membuat beberapa petugas dari PMI Kota Pekalongan dan relawan peduli satwa mencari keberadaan buaya, Rabu (3/7/2019) siang. Mereka menyisir aliran sungai dengan berjalan kaki sepanjang 5 kilometer.

Agung Saputra, salah seorang relawan, menjelaskan dari keterangan sejumlah warga, ada sekitar 3 buaya muara di Sungai Kuripan tersebut. Yaitu satu induk dan dua anaknya. Ia menduga buaya terbawa arus banjir dan akhirnya menjadi penghuni sungai.

"Rencananya kita akan menangkap buaya yang meresahkan warga dengan memancing menggunakan ayam. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Polair Polres Pekalongan untuk meminjam perahu karet," jelas Agung.

Baca juga: Buaya Sepanjang 4,5 Meter Ditangkap, Terbesar yang Pernah Ada di NTT

Agung mengimbau masyarakat untuk sementara tidak mendekat ke bibir sungai.

Ia menduga, dari video yang beredar, buaya anakan itu terlihat berumur 2 hingga 3 tahun. Meski masih anakan, buaya jenis muara tersebut sangat membahayakan masyarakat.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X