Antusiasme Warga Saat Rekontruksi Kasus Mutilasi Fera Oktaria

Kompas.com - 03/07/2019, 18:25 WIB
Warga penasaran melihat rekontruksi Prada DP yang merupakan pelaku pembunuhan serta mutilasi terhadap pacarnya sendiri, Fera Oktaria, Rabh (3/7/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAWarga penasaran melihat rekontruksi Prada DP yang merupakan pelaku pembunuhan serta mutilasi terhadap pacarnya sendiri, Fera Oktaria, Rabh (3/7/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kodam II Sriwijaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan serta mutilasi yang dilakukan Prada DP terhadap Fera Oktaria (21), di salah satu kamar penginapan kawasan Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (3/7/2019).

Selama rekonstruksi tersebut, warga tampak penasaran untuk melihat kronologi pembunuhan sadis yang terjadi di dalam kamar penginapan. Keramaian warga di depan lokasi pembunuhan hingga membutuhkan penjagaan dari petugas kepolisian setempat.

Baca juga: Prada DP Pembunuh Fera Oktaria Kabur ke Padepokan Setelah Jual Sepeda Motor Korban

Kepala Penerangan Kodam II Sriwijaya Kolonel Inf Djohan ketika dikonfirmasi mengatakan, rekonstruksi tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan Prada DP.


"Rekonstruksi dilaksanakan untuk meyakinkan hasil pemeriksaan, dicocokan dengan apa yang dilakukan DP,"kata Djohan saat dikonfirmasi.

Namun, Djohan enggan berkomentar saat ditanya mengenai jumlah adegan yang diperagakan Prada DP saat rekontruksi berlansung.

"Hasilnya akan diproses pihak Pomadam II Sriwijaya,"ujar Djohan.

Adapun, proses rekonstruksi tersebut dihadiri langsung Komandan Denpom II Sriwijaya Kolonel CPM Donald Siagian

Baca juga: Polisi Tak Temukan Sperma Maupun Tanda Kehamilan di Jenazah Fera Oktaria

Kasus pembunuhan serta mutilasi Fera Oktaria sebelumnya terungkap setelah korban ditemukan tewas dengan kondisi membusuk di dalam kamar penginapan di Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba pada Kamis (9/5/2019).

Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku adalah Prada DP yang merupakan kekasih Fera. Motif pembunuhan korban diduga dilatarbelakangi karena masalah asmara.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X