Penyelundupan Barang Lewat Laut Digagalkan, Uang Negara Rp 41,7 Miliar Terselamatkan

Kompas.com - 03/07/2019, 17:35 WIB
Kepala Direktur Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta melakukan pemusnahan sejumlah barang tegahan yang dari hasil penyelundupan HADI MAULANAKepala Direktur Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta melakukan pemusnahan sejumlah barang tegahan yang dari hasil penyelundupan

KARIMUN, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyebut ada 27 kasus penyelundupan yang berhasil ditindak selama Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya III periode 26 Mei - 30 Juni 2019. Nilai barang dari 27 kasus penindakan tersebut tercatat sebesar Rp 47,3 miliar, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 41,7 miliar.

"Penindakan secara terus menerus dan dalam skala besar yang dilakukan Bea Cukai dan aparat penegak hukum lain merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman penyelundupan," ujar Kepala Direktur Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta di Kantor DJBC Kanwil Kepri, Rabu (3/7/2019).

Barang-barang yang diselundupkan mulai dari sigaret atau rokok khusus kawasan bebas, barang bekas, barang-barang elektronik hingga narkotika jenis sabu.

Baca juga: Bea Cukai Batam Masih Periksa 65 Kontainer Bermuatan Barang Impor Limbah Plastik

Ditjen Bea Cukai juga melakukan pemusnahan sejumlah barang milik negara bekas tegahan yang statusnya siap untuk dimusnahkan. Beberapa di antaranya bahan makanan, pakaian maupun barang elektronik yang tidak selesai kewajiban kepabeanannya, maupun merupakan jenis barang larangan atau pembatasan.

Selain itu, terdapat 7.898 unit ponsel turut akan dimusnahkan.

Sedangkan, akumulasi nilai barang dari barang milik negara bekas tegahan yang sudah mendapat peruntukan dari DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara) untuk dimusnahkan tercatat sebesar Rp 9.8 miliar.

"Pemusnahan itu sebagai bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi DJBC untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal yang membahayakan. Juga dilakukan untuk menghilangkan nilai guna dan menghindari penyalahgunaan atas barang-barang tersebut," kata Bahaduri.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X