Kompas.com - 03/07/2019, 16:06 WIB
Halaman Kantor BPBD Kabupaten Gunungkidul yang Biasa digunakan Untuk Parkir Tangki Air Bersih. Saat Ini 7 Tangki Milik BPBD digunakan Untuk Droping Air Rabu (3/7/1019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONOHalaman Kantor BPBD Kabupaten Gunungkidul yang Biasa digunakan Untuk Parkir Tangki Air Bersih. Saat Ini 7 Tangki Milik BPBD digunakan Untuk Droping Air Rabu (3/7/1019)

 

YOGYAKARTA,KOMPAS.com-Dampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, terus meluas.

Tercatat, sudah 14 kecamatan yang sudah mengalami krisis air bersih dengan jumlah penduduk yang terdampak lebih dari 100 ribu jiwa. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, sampai saat ini tercatat hampir semua atau 18 kecamatan terdampak kekeringan.

Baca juga: Gunungkidul Alami Lahan Puso Terparah Tahun Ini Akibat Kekeringan

Namun demikian, untuk yang terparah dan sudah mendapatkan bantuan air bersih baik dari BPBD maupun masing-masing kecamatan ada 14 kecamatan.

"Total jiwa yang terdampak kekeringan ada 105.234 jiwa warga dari 14 kecamatan terdampak kekeringan," katanya saat dihubungi Kompas.com. Selasa (2/7/2019).

Adapun rinciannya, Kecamatan Girisubo 21.592 jiwa, Paliyan 16.978 jiwa, Purwosari 4032 jiwa, Rongkop 9902 jiwa, Tepus 12.441 jiwa, Ngawen 3032, Ponjong 2411 jiwa, Semin 1192 jiwa, Patuk 2962 jiwa, Semanu 1968 jiwa, Panggang 8986 jiwa, Gedangsari 3448 jiwa, Tanjungsari 11.186 jiwa, dan Kecamatan Nglipar 5100 jiwa.

"Untuk Kecamatan Saptosari, Playen, Wonosari, dan Karangmojo ada beberapa RT yang terkenada dampak kekeringan. Misalnya di Wonosari di Desa Wunung disana SPamdes nya bermasalah jadi membutuhkan bantuan air bersih," ucapnya.

Baca juga: Dilanda Kekeringan dan Musibah Tanggul Jebol, Produksi Padi di Cianjur Anjlok

Dijelaskannya, tidak semua wilayah terdampak kekeringan di-droping bantuan air bersih dari BPBD. Hanya enam kecamatan yakni Purwosari, Girisubo, Rongkop, Tepus, Paliyan dan Panggang yang diberikan bantuan air bersih.

Untuk sisanya, diberikan bantuan air bersih masing-masing kecamatan.

"Untuk sementara droping air bersih dilakukan dari kecamatan jika anggaran mereka habis mungkin mengajukan ke kami. Selain itu banyaknya bantuan dari pihak ketiga mengurangi droping air dari pemerintah," katanya. 

Agar tidak tumpang tindih bantuan, sudah ada koordinasi terkait dengan pelakanaan penyaluran bantuan air bersih dengan kecamatan. Selain itu, berkoordinasi terkait lokasi yang dituju, karena geografis berat.

Menurut dia, potensi bertambahnya desa maupun jiwa yang terdampak kekeringan masih sangat mungkin seiring datangnya puncak musim kemarau. 

Camat Tanjungsari Rakhmadian Wijayanto mengatakan, dari 5 desa yang ada sudah mengalami kekeringan. Meski demikian, di wilayahnya terdapat PDAM sehingga hanya di wilayah yang memiliki geografis tinggi yang memerlukan droping air bersih.

"Semuanya sudah terdampak kekeringan," katanya. 

 

 

 

 

 

 

 




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X