Omzet Taksi Bandara Husein Sastranegara Turun 30 Persen

Kompas.com - 03/07/2019, 16:03 WIB
Kondisi Bandara Husein Sastranegara pasca-pemindahan 56 penerbangan dari Husein ke Kertajati, Rabu (3/7/2019). KOMPAS.com/RENI SUSANTIKondisi Bandara Husein Sastranegara pasca-pemindahan 56 penerbangan dari Husein ke Kertajati, Rabu (3/7/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com – Taksi resmi Bandara Husein Sastranegara mengalami penurunan omzet 30 persen pasca-pemindahan 56 penerbangan dari Husein ke Bandara Internasional Kertajati per 1 Juli 2019.

Manager Operasional Taksi Sembrani, Erlangga Kalingga mengatakan, selama ini pihaknya mengoperasikan 50 unit taksi.

“Biasanya 50 taksi ini masing-masing mengangkut 500-700 penumpang per hari. Sekarang paling 300 penumpang. Jumlah trip juga turun,” ujar Erlangga saat dihubungi Kompas.com melalui saluran telepon, Rabu (3/7/2019).

Menghadapi kondisi ini, para pengemudi mulai mengeluh. Meski demikian, pihaknya tetap akan menurunkan semua armada dan memberikan pelayanan seperti biasa.


Baca juga: 56 Penerbangan Pindah ke Kertajati, Ini Dampaknya Bagi Bisnis Bandara Husein

Di samping itu, pihaknya masih menunggu arahan dari pihak Angkasa Pura mengenai penambahan slot penerbangan untuk mengisi slot yang kosong pasca dipindah ke Kertajati.

“Katanya butuh waktu 1-2 bulan,” tuturnya.

Selama proses tersebut, pihaknya terus melakukan persiapan agar tidak kaget ketika penumpang di Bandara Husein kembali normal.

Taksi Sembrani merupakan layanan angkutan penumpang bandara berbasis aplikasi. Diluncurkan pada awal Mei lalu, Taksi Sembrani bisa dipesan melalui aplikasi Grab Car.

Ada 50 armada yang disiapkan dan beroperasi setiap hari untuk melayani penumpang di Bandara Husein.

“Tawaran ke Kertajati juga ada. Tapi saat ini kami fokus untuk melayani penumpang Husein,” ucapnya.

Baca juga: 5 Fakta Hari Pertama Bandara Kertajati, 3.780 Penumpang Terlayani hingga Lion Air Paling Sibuk

Berita sebelumnya, 56 penerbangan terdiri dari 28 take off dan 28 landing dari Husein dipindah ke Kertajati per 1 Juli 2019.

Akibat perpindahan ini, penumpang Husein turun 60-70 persen per hari dari biasanya 9.000-10.000 menjadi 3.800an.

Saat ini, Husein hanya melayani penerbangan di Pulau Jawa, Lampung, dan Tanjung Karang. Sedangkan penerbangan internasional, Husein melayani rute Singapura dan Kuala Lumpur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

Regional
Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X