Bupati Simalungun Wajibkan 992 Guru Kuliah di Kampus Miliknya

Kompas.com - 03/07/2019, 14:34 WIB
Bupati Simalungun JR Saragih bersama Kepala Dinas Bappeda Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara saat melihat maket perencanaan pembangunan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, belum lama ini. TribunnewsBupati Simalungun JR Saragih bersama Kepala Dinas Bappeda Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara saat melihat maket perencanaan pembangunan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, belum lama ini.
Editor Rachmawati

SIMALUNGUN, KOMPAS.com - Bupati Simalungun JR Saragih memberhentikan sementara 992 guru yang masih memiliki gelar D II dan SPG (Sekolah Pendidikan Guru).

Ratusan PNS guru tersebut diwajibkan harus melanjutkan Sarjana S1 di Universitas Efarina (Unefa), Kecamatan Pematangraya, Kabupaten Simalungun.

Universitas Efarina adalah satu-satunya kampus di Kabupaten Simalungun milik Bupati JR Saragih.

Baca juga: Kampus Ini Beri Beasiswa Kuliah untuk 10 YouTuber, Ini Syaratnya...

Pemberhentian 992 guru tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 188.45/5929/25.3/2019 Tentang Pemberhentian Sementara Dalam Jabatan Fungsional Guru Yang Belum Memiliki Ijazah S1 di Lingkungan Pemkab Simalungun.

Selain memberhentikan sementara, surat itu juga menjelaskan tentang  penghentian tunjangan jabatan fungsional dan membatalkan seluruh SK jabatan fungsional.

Surat itu juga mencantumkan peraturan tentang guru, undang-undang ASN, dan hasil audit tahun 2018.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Simalungun Gideon Purba mengakui tentang lanjutan kuliah bagi guru yang belum memiliki sarjana S1.

Menurutnya SK tersebut dalam rangka tugas belajar PNS Guru yang belum S1 dan mereka harus menaati peraturan.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Taruna ATKP: Ayah Korban Sebut Pihak Kampus Bilang Anaknya Tewas karena Jatuh

Gideon mengatakan para guru dapat melanjutkan kuliah di Zonasi Siantar-Simalungun.

"Kalau tugas belajar harus ada faktor jarak. Siantar Simalungun. Karena zonasinya maksimum 40 kilometer tempat dia bekerja,"katanya.

Saat disinggung tentang guru yang sudah meraih gelar S1 di luar Kabupaten Simalungun, Gideon menilai itu hanya izin belajar bukan tugas belajar.

"Ada izin belajar ada tugas belajar. Mungkin waktu itu dia izin belajar. Kalau izin belajar itu terserah. Tapi kalau tugas belajar itu baru harus mengikuti peraturan,"katanya

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul JR Saragih Paksa Ratusan Guru Kuliah di Kampus Miliknya hingga Ada yang Memilih Pensiun

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X