Kalbar Masih Menanti Kejelasan Jadi Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia

Kompas.com - 03/07/2019, 10:54 WIB
 Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggelar pertemuan membahas pemindahan Ibu Kota Negara, Senin (6/5/2019). Pertemuan terkait pemindahan Ibu Kota Negara berlangsung di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.   Pertemuan mengundang sejumlah kepala daerah yang beberapa kota di wilayahnya masuk dalam pertimbangan menjadi ibu kota negara baru. Kepala daerah yang hadir yakni Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Kalimantan Barat dan Gubernur Sulawesi Barat. KOMPAS.com/IHSANUDDIN Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggelar pertemuan membahas pemindahan Ibu Kota Negara, Senin (6/5/2019). Pertemuan terkait pemindahan Ibu Kota Negara berlangsung di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Pertemuan mengundang sejumlah kepala daerah yang beberapa kota di wilayahnya masuk dalam pertimbangan menjadi ibu kota negara baru. Kepala daerah yang hadir yakni Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Kalimantan Barat dan Gubernur Sulawesi Barat.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Disebut sebagai salah satu kandidat lokasi baru ibu kota negara, harga tanah di Kalimantan Barat ( Kalbar) belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

Ketua DPD Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Kalbar Isnaini mengatakan, belum adanya lonjakan harga tanah lantaran belum menguatnya informasi yang menyebut Kalbar sebagai ibu kota negara.

Selain itu, beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meninjau sejumlah lokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, bukan ke Kalbar. 

"Saya (juga) belum dapat info tersebut (Kalbar jadi ibu kota). Kalau (harga) tanah untuk keperluan pengembang perumahan, belum ada lonjakan drastis," kata Isnaini kepada Kompas.com, Rabu (3/7/2019).

Namun demikian, dia tetap berharap, pemerintah pusat menjatuhkan hatinya untuk memilih Kalbar sebagai ibu kota negara.

Baca juga: 2 Kali Bertemu Pemerintah Pusat, Pemprov Ingin Yakinkan Kaltim Layak Jadi Ibu Kota Baru

Karena Kalbar merupakan satu di antara sedikit daerah yang relatif aman dari gempa bumi dan tsunami.

Selain itu, tanpa menyebut daerah mana di Kalbar yang potensial menjadi pusat pemerintahan, dia memastikan masih banyak lahan-lahan kosong yang bisa dibangun menjadi kota baru.

"Harapan kita, pengusaha daerah bisa terlibat membangun infrastruktur khususnya di properti," ucapnya.

Baca juga: Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menggelar pertemuan membahas pemindahan Ibu Kota Negara, Senin (6/5/2019).

Pertemuan terkait pemindahan Ibu Kota Negara berlangsung di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pertemuan itu mengundang sejumlah kepala daerah yang wilayahnya masuk dalam pertimbangan menjadi ibu kota negara baru.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X