Pria Ini Mengaku Jadi Korban Begal demi Bebas dari Kredit Motor

Kompas.com - 02/07/2019, 21:33 WIB
Rahmat Yunizar (21) bersama rekannya Yuniar yang mengaku menjadi korban begal diamankan oleh Satreskrim Polresta Palembang, Selasa (2/7/2019). Dari hasil pemeriksaan, ternyata mereka telah membuat laporan palsu. KOMPAS.com/AJI YK PUTRARahmat Yunizar (21) bersama rekannya Yuniar yang mengaku menjadi korban begal diamankan oleh Satreskrim Polresta Palembang, Selasa (2/7/2019). Dari hasil pemeriksaan, ternyata mereka telah membuat laporan palsu.

PALEMBANG,KOMPAS.com - Akal bulus Rahmat Yunizar (21) agar menghindari angsuran kredit motor dengan mengaku menjadi korban begal akhirnya terbongkar.

Rahmat sebelumnya membuat laporan di Polresta Palembang dan mengaku bahwa sepeda motornya jenis Honda Beat dengan pelat nomor BG 2307 ACJ telah raib dibawa begal.

Namun, setelah serangkaian pemeriksaan dilakukan, ternyata laporan yang dibuat Rahmat adalah palsu.

Wakasat Reskrim Polresta Palembang AKP Ginanjar Aliya Sukmana mengatakan, dari hasil olah TKP yang dilakukan, para saksi di lapangan tak ada yang mengetahui peristiwa begal seperti laporan yang disampaikan oleh Rahmat.

Baca juga: Pelaku Begal Sadis Masih Bebas, Polisi Minta Warga Sambas Tetap Tenang

Petugas akhirnya curiga dan langsung memeriksa Rahmat lebih dalam.

"Ketika diperiksa secara mendalam ia akhirnya mengaku jika membuat laporan palsu agar terhindar dari tagihan kredit," kata Ginanjar, Selasa (2/7/2019).

Ginanjar mengungkapkan, Rahmat diketahui telah menjual motor tersebut kepada seseorang.

Modus menjadi korban begal itu pun dibuat Rahmat bersama temannya bernama Yuniar.

"Yuniar juga sudah diamankan karena dia berperan mengajari Rahmat untuk membuat laporan palsu," ujarnya.

Sementara Rahmat mengaku, motor tersebut ia jual seharga Rp 3 juta kepada seseorang. Kemudian uang hasil penjualan itu pun dibagi dua dengan Yuniar.

"Yuniar bilang buat saja laporan sudah dibegal agar tidak ditagih kredit. Saya cuma dapat uang Rp 1,5 juta hasil jual motor itu," kata Rahmat.

Baca juga: Kasus Pencurian di Bank Syariah Mandiri Terungkap, Pelakunya Karyawan Sendiri

Atas perbuatannya, Rahmat dikenakan pasal 242 KUHP tentang laporan palsu dengan ancaman penjara selama 3 tahun.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X