Minim Pendapatan, Pengelola Jakabaring Terpaksa Tunggak Pembayaran Listrik hingga Rp 3 Miliar

Kompas.com - 02/07/2019, 18:23 WIB
Kondisi air di venue Aquatic Kompleks Jakabaring Sport (JSC) Palembang menjadj bewarna hijau akibat dipenuhi lumut. Hal itu disebabkan karena pompa air yang ada didalam kolam tak dapat hidup akibat listrik diputus oleh pihak PLN, Selasa (2/7/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKondisi air di venue Aquatic Kompleks Jakabaring Sport (JSC) Palembang menjadj bewarna hijau akibat dipenuhi lumut. Hal itu disebabkan karena pompa air yang ada didalam kolam tak dapat hidup akibat listrik diputus oleh pihak PLN, Selasa (2/7/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Pengelola PT Jakabaring Sport City (JSC) angkat bicara terkait adanya tunggakan pembayaran listrik hingga menyebabkan 22 venue di kompleks olahraga itu diputus oleh pihak PLN.

Direktur Marketing PT JSC Bambang Supriyanto mengatakan, tunggakan itu terjadi karena pendapatan mereka sampai saat ini masih minim.

"Sampai sekarang pengelolaan JSC besar pasak dari pada tiang," kata Bambang, Selasa (2/7/2019).

Baca juga: Selain Lampu Jalan, Aliran Listrik 22 Venue Kompleks Jakabaring Juga Diputus PLN

Bambang mengaku, mereka membutuhkan dana sekitar Rp 2 miliar setiap bulan untuk biaya perawatan kompleks Jakabaring.

Namun, sampai saat ini, uang hasil pendapatan mereka masih belum cukup, ditambah lagi tak adanya bantuan dari pemerintah Provinsi Sumsel sejak awal Januari 2019 lalu.

"Kami sudah antisipasi dengan bekerja sama dengan PT Anajico untuk pengelolaan kompleks JSC. Harapannya bisa meningkatkan pendapatan sampai 400 persen,"ujarnya.

Selain itu, Bambang optimis jika dalam waktu dekat mereka akan menyelesaikan masalah tunggakan pembayaran dengan pihak PLN.

"Dalam minggu ini akan akan pulih kembali, setelah kami bayar," jelasnya.

Baca juga: Kronologi Pemutusan Aliran Listrik untuk Lampu Jalan di LRT Palembang

Sebelumnya, dampak dari pemadaman tersebut, aliran listrik yang berada di venue Aquatic mengalami mati total.

Sehingga, sirkulasi air yang ada didalam kolam tidak berjalan dengan sempurna akibat pompa air yang mati.

Akibatnya, para atlet loncat indah berlatih dengan kondisi miris dimana warna kondisi air telah berubah menjadi hijau karena banyaknya endapan lumut.

"Kami tidak bisa latihan sampai malam karena gelap. Atlet juga mengeluh gatal-gatal,karena kondisi air yang sudah berlumut," kata Pelatih Kepala Loncat Indah Sumsel Meirizal Usra.

Meski demikian, para atlet harus tetap berlatih untuk mengikuti pra PON 2019 di Jakarta pada Agustu mendatang meskipun berendam di air yang berlumut.

"Mau tidak mau harus, karena kami mempersiapkan diri meskipun keterbatasan fasilitas seperti sekarang,"ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka, Pengacara Siapkan Praperadilan

Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka, Pengacara Siapkan Praperadilan

Regional
Libur Panjang, ASN Madiun Tak Dilarang ke Luar Kota, Harus Rapid Test Saat Kembali

Libur Panjang, ASN Madiun Tak Dilarang ke Luar Kota, Harus Rapid Test Saat Kembali

Regional
1,9 Juta KRTS di Jabar Mulai Terima Bansos Tahap Ketiga

1,9 Juta KRTS di Jabar Mulai Terima Bansos Tahap Ketiga

Regional
Pemprov DIY Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19

Pemprov DIY Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19

Regional
Bahar bin Smith Ditetapkan Tersangka atas Kasus Penganiayaan, Dilaporkan Korban Tahun 2018

Bahar bin Smith Ditetapkan Tersangka atas Kasus Penganiayaan, Dilaporkan Korban Tahun 2018

Regional
Penyesalan Kiswanto Usai Bunuh Teman SD yang Juga Selingkuhannya, Tunggui Jasad Korban Berjam-jam

Penyesalan Kiswanto Usai Bunuh Teman SD yang Juga Selingkuhannya, Tunggui Jasad Korban Berjam-jam

Regional
Pilkada Surabaya 2020, 2 Paslon Saling Klaim Unggul Berdasarkan Survei

Pilkada Surabaya 2020, 2 Paslon Saling Klaim Unggul Berdasarkan Survei

Regional
Yaidah Urus Akta Kematian Anak sampai ke Jakarta, Pemkot Surabaya: Petugas Tak Punya Kapabilitas

Yaidah Urus Akta Kematian Anak sampai ke Jakarta, Pemkot Surabaya: Petugas Tak Punya Kapabilitas

Regional
Perjuangan Warga Kampung Long Isun Lawan Alih Fungsi Lahan demi Lestarinya Hutan Adat

Perjuangan Warga Kampung Long Isun Lawan Alih Fungsi Lahan demi Lestarinya Hutan Adat

Regional
Akhir Tragis Wanita Pedagang Pakaian, Disetubuhi dan Dibunuh di Hotel oleh Teman SD

Akhir Tragis Wanita Pedagang Pakaian, Disetubuhi dan Dibunuh di Hotel oleh Teman SD

Regional
Rumahnya Tertimbun Longsor Saat Hujan Deras, 2 Warga Pangandaran Tewas

Rumahnya Tertimbun Longsor Saat Hujan Deras, 2 Warga Pangandaran Tewas

Regional
Bahar bin Smith Jadi Tersangka Lagi, Kuasa Hukum: Ada Kesalahpahaman

Bahar bin Smith Jadi Tersangka Lagi, Kuasa Hukum: Ada Kesalahpahaman

Regional
Libur Panjang, Gubernur Banten Tak Larang Warganya Berlibur ke Luar Kota

Libur Panjang, Gubernur Banten Tak Larang Warganya Berlibur ke Luar Kota

Regional
Ancam Bongkar Hubungan Asmara, Pegawai Kafe Dibunuh dan Dibuang di Kolam Buaya, Ini Kronologinya

Ancam Bongkar Hubungan Asmara, Pegawai Kafe Dibunuh dan Dibuang di Kolam Buaya, Ini Kronologinya

Regional
Longsor di Caringin Sukabumi Meluas, Puluhan Jiwa Mengungsi

Longsor di Caringin Sukabumi Meluas, Puluhan Jiwa Mengungsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X