Upaya Menaklukkan Cuaca Ekstrem Pegunungan Bintang demi Temukan Heli TNI AD

Kompas.com - 02/07/2019, 16:32 WIB
Kondisi pegunungan di Kabupaten Pegunungan Bintang, PapuaDok Pendam XVII Cenderawasih Kondisi pegunungan di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua merupakan salah satu wilayah di pegunungan tengah Papua yang memiliki kondisi geografis paling menantang.

Banyaknya gunung-gunung yang memiliki keterjalan sangat curam membuat proses pencarian dan penyelamatan (SAR) korban kecelakaan pesawat di wilayah tersebut penuh dengan tantangan.

Termasuk juga pada proses pencarian Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak sejak 28 Juni.

Pada hari kedua pencarian, pesawat CN235 yang terbang dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura ke Bandara Oksibil, harus kembali karena cuaca buruk.


Kepala SAR Jayapura Putu Arga menyebut beberapa kali proses evakuasi dan penyelamatan di wilayah tersebut tidak mudah dilakukan karena kondisi alamnya yang cukup ekstrem.

"Gunung di sana sangat curam, bahkan ada yang sampai 90 derajat sehingga memerlukan alat khusus untuk melewatinya," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (2/7/2019).

Baca juga: Cuaca Buruk, Pencarian Heli TNI AD di Papua Dihentikan Sementara

Ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang bisa berubah secara signifikan, terutama setelah siang hari.

Berada di ketinggian lebih dari 2.500 meter dari permukaan laut, suhu di Pegunungan Bintang sangat dingin.

"Saat puncak musim hujan suhunya bisa sampai 5 derajat celcius, dingin sekali. Tim yang diturunkan harus memiliki fisik prima," terangnya.

Hal senada disampaikan oleh Dandim 1702 Jayawijaya Letkol Chandra Dianto yang mempin proses pencarian Helikopter MI-17 di Oksibil, Pegunungan Bintang.

Baca juga: Pesawat Pencari Heli TNI yang Hilang Kontak Gagal Masuk Pegunungan Bintang

Saat tim SAR darat menyisir Gunung Aproup, Distrik Oksop, tim tidak bisa bergerak secara vertikal karena kondisinya sangat curam.

"Tim harus jalan memutari gunung untuk bisa naik ke Gunung Aproup, tidak bisa potong jalan, harus pakai alat yang lebih spesifik lagi," tuturnya.

Pencarian yang dilakukan oleh tim udara pun memiliki tantangan yang tidak mudah karena proses perubahan cuaca yang sangat cepat.

Umumnya proses pencarian hanya bisa dilakukan pada pagi hingga siang hari, karena setelah itu kabut sudah turun menutupi daratan.

"Kemarin (Senin) pada proses pencarian pada penerbangan ketiga, Heli Bell terpaksa harus kembali karena tiba-tiba cuaca berubah," ucapnya.

Hingga hari kelima, proses pencarian Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Pegunungan Bintang belum menemukan titik terang.

Sudah ada beberapa titik yang dijadikan titik prioritas pencarian, seperti Gunung Mol dan Gunung Aproup, Distrik Oksop, yang sayangnya belum ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan helikopter tersebut.

Kini proses pencarian telah diperluas hingga ke Distrik Kaureh dan Distrik Airu, Kabupaten Jayapura.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Penjelasan soal Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua | Viral Video Ustaz Abdul Somad

[POPULER NUSANTARA] Penjelasan soal Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua | Viral Video Ustaz Abdul Somad

Regional
Kerusuhan Timika, Polisi Tetapkan 34 Orang Tersangka

Kerusuhan Timika, Polisi Tetapkan 34 Orang Tersangka

Regional
Cerita di Balik Disabilitas Dilarang Beribadah di Masjid Raya Sumbar hingga Mengadu ke Wagup

Cerita di Balik Disabilitas Dilarang Beribadah di Masjid Raya Sumbar hingga Mengadu ke Wagup

Regional
3 Ruko Berisikan Mobil dan 'Sparepart' Hangus Terbakar

3 Ruko Berisikan Mobil dan "Sparepart" Hangus Terbakar

Regional
Yenny Wahid dan Mahasiswa Papua Kirimkan Salam Damai dari Makam Gus Dur

Yenny Wahid dan Mahasiswa Papua Kirimkan Salam Damai dari Makam Gus Dur

Regional
Jokowi Sebut Garam NTT Lebih Bagus dari Madura dan Australia

Jokowi Sebut Garam NTT Lebih Bagus dari Madura dan Australia

Regional
Pernyataan Unsur soal Mahasiswanya Jadi Tersangka Kasus 4 Polisi Terbakar

Pernyataan Unsur soal Mahasiswanya Jadi Tersangka Kasus 4 Polisi Terbakar

Regional
Buron 10 Bulan, Otak Pembunuhan Sopir Taksi 'Online' Ditembak Polisi

Buron 10 Bulan, Otak Pembunuhan Sopir Taksi "Online" Ditembak Polisi

Regional
Main Lilin di Loteng, Seorang Balita Tewas Terbakar

Main Lilin di Loteng, Seorang Balita Tewas Terbakar

Regional
Ketika Daerah Lain Ekonominya Masih Sulit, Semarang Malah Melejit

Ketika Daerah Lain Ekonominya Masih Sulit, Semarang Malah Melejit

Regional
Waspada Terhadap Jenis Kayu Bajakah yang Mengandung Racun

Waspada Terhadap Jenis Kayu Bajakah yang Mengandung Racun

Regional
Pembunuh Taruna ATKP Makassar Terima Vonis 10 Tahun Penjara

Pembunuh Taruna ATKP Makassar Terima Vonis 10 Tahun Penjara

Regional
Muntah-muntah Setelah Makan Bersama, 10 Santri Dilarikan ke Rumah Sakit

Muntah-muntah Setelah Makan Bersama, 10 Santri Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
28 Mantan Anggota DPRD Gunungkidul Belum Kembalikan Laptop, Alasannya Sibuk

28 Mantan Anggota DPRD Gunungkidul Belum Kembalikan Laptop, Alasannya Sibuk

Regional
 Jokowi Telepon, Ini Pesan untuk Gubernur Papua Barat Pasca-Kerusuhan Manokwari hingga Timika

Jokowi Telepon, Ini Pesan untuk Gubernur Papua Barat Pasca-Kerusuhan Manokwari hingga Timika

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X