Bima Arya Duga Ada Praktik Jual Beli Surat Domisili Dalam Sistem Zonasi PPDB

Kompas.com - 02/07/2019, 14:51 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat ditemui usai rapat evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Balai Kota Bogor, Senin (1/7/2019). RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat ditemui usai rapat evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Balai Kota Bogor, Senin (1/7/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto akan terus menelusuri kasus dugaan manipulasi administrasi domisili yang terjadi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) sistem zonasi tingkat SMA Kota Bogor.

Bima juga akan menelusuri sejauh mana keterlibatan oknum aparatur sipil negara (ASN) dalam kasus tersebut, mulai dari tingkat dinas, kecamatan, kelurahan, RT, hingga pihak sekolah.

Bahkan, dari informasi yang diterimanya, terdapat praktik jual beli surat domisili, sebagai salah satu syarat pendaftaran peserta didik baru sistem zonasi.

Ia menyebut, harganya mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

Baca juga: Bima Arya Sampaikan Kelemahan Sistem Zonasi PPDB ke Rapat Pimpinan Kepala Daerah Se-Indonesia

"Ini masih kita telusuri. Karena yang seperti ini sulit dibuktikan. Tapi, informasi yang masuk itu ada angkanya. Ada yang bilang Rp 1 juta, Rp 2 juta. Ada juga yang bilang ke saya sampai Rp 10 juta. informasi itu semuanya japri melalui sosmed. Semua saya sampaikan, kami perlu buktinya," ucap Bima, Selasa (2/7/2019).

Bima menambahkan, kecurangan manipulasi administrasi yang dilakukan para peserta PPDB tingkat SMA di Kota Bogor terjadi secara masif.

Bima mengaku, telah mendapat puluhan laporan terkait adanya indikasi kecurangan tersebut. Laporan aduan tersebut bisa saja terus berkembang mencapai ratusan.

"Telusuri semua. Untuk peserta PPDB, jika ada 100 nama yang terindikasi, telusuri semua. Jika terbukti semua, saya rekomendasikan diskualifikasi semua. Termasuk oknum ASN yang terlibat. Sanksinya apa di kepegawaian, dari surat peringatan hingga pemberhentian," ujar dia.

Baca juga: Bima Arya Minta 3 Siswa di Bogor yang Manipulasi Data PPDB Didiskualifikasi

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor Dedi Karyadi mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, kecurangan akibat sistem zonasi PPDB hampir di setiap SMA di Kota Bogor. 

Pihaknya masih melakukan penelusuran terkait kecurangan itu.

“Kecurangan ini tidak hasil kerja satu atau dua orang, karena zonasi ini sudah dipersiapkan dari tahun lalu. Kami masih cari bukti keterlibatan oknum guru yang merekomendasikan agar orangtua siswa bisa cari jalan cepat dengan memalsukan data kependudukan,” pungkas Dedi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 ASN di Banjarnegara Positif Corona, Sebagian di Antaranya Tenaga Medis Puskesmas

11 ASN di Banjarnegara Positif Corona, Sebagian di Antaranya Tenaga Medis Puskesmas

Regional
Menteri Koperasi dan UKM Harap Pelaku UMKM Dapat Topang Perekonomian Babel

Menteri Koperasi dan UKM Harap Pelaku UMKM Dapat Topang Perekonomian Babel

Regional
Gempa Juga Terjadi di Pangandaran

Gempa Juga Terjadi di Pangandaran

Regional
Gara-gara Dituding Curi Ayam, Pria di Tasikmalaya Bakar 3 Mobil Tetangga

Gara-gara Dituding Curi Ayam, Pria di Tasikmalaya Bakar 3 Mobil Tetangga

Regional
Berkunjung ke Aceh Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Test

Berkunjung ke Aceh Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Test

Regional
Seorang Wartawan Meninggal karena Covid-19, 20 Jurnalis Lainnya Jalani Rapid Test

Seorang Wartawan Meninggal karena Covid-19, 20 Jurnalis Lainnya Jalani Rapid Test

Regional
Duduk Perkara Lembaga Adat Baduy Minta Dihapus dari Destinasi Wisata

Duduk Perkara Lembaga Adat Baduy Minta Dihapus dari Destinasi Wisata

Regional
Satu Keluarga Jadi Korban Kecelakaan Kapal, Ayah Selamat, 2 Anaknya Meninggal

Satu Keluarga Jadi Korban Kecelakaan Kapal, Ayah Selamat, 2 Anaknya Meninggal

Regional
Danjen Akademi TNI: Pemkot Magelang Pindah Saja, Kalau Enggak Nanti Pakai Cara-cara Kita

Danjen Akademi TNI: Pemkot Magelang Pindah Saja, Kalau Enggak Nanti Pakai Cara-cara Kita

Regional
Gempa di Rangkasbitung, Warga Serang Merasa Pusing dan Mual

Gempa di Rangkasbitung, Warga Serang Merasa Pusing dan Mual

Regional
Di Jabar, Satpol PP dan Gugus Tugas Covid-19 Berkolaborasi Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

Di Jabar, Satpol PP dan Gugus Tugas Covid-19 Berkolaborasi Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

Regional
Kapal Pembawa 84 Ton Ikan ke Jakarta Tenggelam di Perairan Selayar

Kapal Pembawa 84 Ton Ikan ke Jakarta Tenggelam di Perairan Selayar

Regional
Gempa di Rangkasbitung, Guncangan Terasa 5 Detik

Gempa di Rangkasbitung, Guncangan Terasa 5 Detik

Regional
Dikira Bansos Bantuan Covid-19, Ternyata Isinya Narkoba

Dikira Bansos Bantuan Covid-19, Ternyata Isinya Narkoba

Regional
Masih Pandemi, Bali Terima Lagi Wisatawan di Akhir Juli, Pakar Sebut Terlalu Buru-buru

Masih Pandemi, Bali Terima Lagi Wisatawan di Akhir Juli, Pakar Sebut Terlalu Buru-buru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X