Kejati: Pengurus Siap Serahkan Aset YKP Ke Pemkot Surabaya

Kompas.com - 02/07/2019, 14:04 WIB
Mantan wali kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono keluar dari gedung Kejati Jatim, Selasa (25/6/2019) siang KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALMantan wali kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono keluar dari gedung Kejati Jatim, Selasa (25/6/2019) siang

SURABAYA, KOMPAS.com - Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyhadi mengatakan, pengurus Yayasan Kas Pembangunan ( YKP) bersedia menyerahkan seluruh aset YKP kepada Pemkot Surabaya.

Didik mengatakan, hal itu disampaikan Ketua Dewan Pembina YKP usai diperiksa penyidik Kejati Jatim pekan lalu.

Pernyataan Ketua Dewan Pembina YKP Sartono itu sempat direkam penyidik. Dalam rekaman video tersebut, Sartono dengan membacakan surat resmi, mengaku telah menggelar rapat khusus menyikapi proses hukum di Kejati Jatim.

"Intinya pengurus siap menyerahkan aset YKP kepada Pemkot Surabaya," kata Didik, Selasa (2/7/2019).


Baca juga: Kejati Jatim Tahan Pencairan Deposito Rp 30 Miliar Oknum Pengurus YKP

Selain bersedia menyerahkan aset, Dewan Pembina YKP juga sepakat mengundurkan diri dari pengurus YKP. Dirinya dan sejumlah pengurus YKP mengaku ditunjuk mantan Wali Kota Surabaya, Sunarto, pada 2002 sebagai pengurus YKP.

Meski pengurus bersedia menyerahkan aset YKP kepada Pemkot Surabaya. Didik menjamin penyidikan akan terus berjalan.

"Kami sudah meminta BPKP untuk mengaudit aset YKP," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Jatim mencium aroma penyalahgunaan aset negara di yayasan yang dibentuk oleh Pemkot Surabaya sejak 1951 itu.

YKP dibentuk dengan aset awal berupa tanah 3.048 persil dari Pemkot, yaitu tanah negara bekas Eigendom verponding.

Baca juga: Bambang DH Senang Ada Penegak Hukum yang Semangat Ungkap Kasus YKP

Sejak pendirian, YKP selalu diketuai oleh wali kota Surabaya. Wali kota Surabaya terakhir yang menjabat yakni Sunarto pada 1999.

Karena ada ketentuan UU No. 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah, kepala daerah tidak boleh rangkap jabatan. Akhirnya tahun 2000, Wali Kota Sunarto mengundurkan diri dan menunjuk Sekda Yasin saat itu sebagai ketua.

Pada 2002, Sunarto menunjuk dirinya lagi dan sembilan pengurus baru memimpin YKP. Sejak saat itu pengurus baru itu mengubah AD/ART dan ada dugaan melawan hukum dengan memisahkan diri dari Pemkot Surabaya.

Hingga 2007, YKP masih menyetor ke kas Pemkot Surabaya. Namun, setelah itu YKP dan PT YEKAPE yang dibentuk YKP berjalan seolah diprivatisasi oleh pengurus hingga asetnya saat ini berkembang mencapai triliunan rupiah.

Selain memeriksa pengurus YKP, dalam hal ini penyidik Kejati Jatim juga sudah memeriksa mantan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai saksi pelapor. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan Ditunjuk Jadi Duta Teh Indonesia

Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan Ditunjuk Jadi Duta Teh Indonesia

Regional
Soal OTT Wali Kota Medan, Gubernur Sumut Prihatin, Wakil Wali Kota Minta Maaf

Soal OTT Wali Kota Medan, Gubernur Sumut Prihatin, Wakil Wali Kota Minta Maaf

Regional
Warga Banyuwangi Antusias Sambut Kedatangan Puluhan Supercar

Warga Banyuwangi Antusias Sambut Kedatangan Puluhan Supercar

Regional
Makan Daging Sapi yang Sudah Mati Sehari, 60 Warga Masuk Rumah Sakit

Makan Daging Sapi yang Sudah Mati Sehari, 60 Warga Masuk Rumah Sakit

Regional
Korban Pemukulan Motivator Bertambah Jadi 10 Siswa, Alami Lebam hingga Luka di Bibir

Korban Pemukulan Motivator Bertambah Jadi 10 Siswa, Alami Lebam hingga Luka di Bibir

Regional
Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Regional
Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Regional
Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Regional
PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

Regional
Aktivitas Reklamasi Semakin 'Menggila', Ketua DPRD Batam Berang

Aktivitas Reklamasi Semakin "Menggila", Ketua DPRD Batam Berang

Regional
Duduk Perkara Pemukulan 8 Siswa oleh Motivator karena Tertawa

Duduk Perkara Pemukulan 8 Siswa oleh Motivator karena Tertawa

Regional
Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Regional
Hasto Sebut Menteri dari PDI-P Paling Banyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Hasto Sebut Menteri dari PDI-P Paling Banyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Regional
Mengaku Pernah Kerja di RSCM, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Mengaku Pernah Kerja di RSCM, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Regional
Kronologi Motivator Tampar 8 Siswa Saat Seminar

Kronologi Motivator Tampar 8 Siswa Saat Seminar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X