BBKSDA Amankan Buaya Muara, Kucing Hutan, dan Kukang Jawa yang Ditemukan Warga

AKP Ade Kurniadi Karim, Polisi Kehutanan BKSDA Jawa Barat menunjukan Buaya Muara, dua ekor Kucing Hutan, dan seekor Kukang Jawa di halaman kantor BKSDA Jawa Barat Resor Cirebon, Senin (7/1/2019). Keempatnya berasal dari warga Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan. KOMPAS.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON AKP Ade Kurniadi Karim, Polisi Kehutanan BKSDA Jawa Barat menunjukan Buaya Muara, dua ekor Kucing Hutan, dan seekor Kukang Jawa di halaman kantor BKSDA Jawa Barat Resor Cirebon, Senin (7/1/2019). Keempatnya berasal dari warga Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan.

CIREBON, KOMPAS.com — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ( BBKSDA) Jawa Barat Resor Cirebon mengamankan empat jenis satwa dilindungi dari warga Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan.

Keempat satwa dilindungi tersebut antara lain buaya muara, dua kucing hutan, dan kukang jawa.

Saat Kompas.com menyambangi kantor BBKSDA Resor Cirebon, Senin (1/7/2019), tampak sejumlah petugas sedang memeriksa kondisi fisik buaya muara.

Satwa dengan nama Latin Crocodylus porosus ini tampak memiliki fisik yang baik dan tanpa luka. Buaya masih berusia sekitar empat tahun dengan panjang sekitar 2 meter.


Petugas sempat kesulitan memasukkan buaya muara ke dalam kandang buatannya kembali karena terus memberontak.

Baca juga: Buaya Muara 3,5 Meter yang Berkeliaran di Danau Wisata Riau Ditangkap

 

AKP Ade Kurniadi Karim, Polisi Kehutanan BKSDA Jawa Barat, menyampaikan buaya muara tersebut merupakan penyerahan warga Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.

“Asal usul buaya tersebut dari masyarakat yang menjaring ikan di Sungai Cimanuk, kemudian dipelihara, sampai akhirnya tahu bahwa buaya muara merupakan satwa dilindungi. Warga melaporkan ke call centre BBKSDA Jawa Barat, lalu petugas melakukan evakuasi ke alamat tersebut,” kata Ade Kurniadi.

Didi Supriadi (46) menceritakan buaya itu ditemukan pada 2015 di Sungai Cimanuk dengan ukuran 80 sentimeter.

Dia kemudian membawa pulang dan memelihara hingga memiliki panjang sekitar dua meter. Didi baru menyadari bahwa buaya termasuk salah satu satwa yang dilindungi dan langsung melaporkannya.

“Pas lagi mancing sekitar 2015. Saya kan tanya-tanya, saya juga mikir dua kali, ini kan binatang buas, makin gede jadi bom waktu bagi saya dan lainnya,” kata Didi seusai menyerahkan buaya muara ke kantor BBKSDA.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X