12 Pilihan Moda Transportasi ke Bandara Kertajati, Catat Rute dan Harganya

Kompas.com - 02/07/2019, 09:08 WIB
Sejumlah. asyarakat saat mengantre di loket Bandara Kertajati pada hari pertama pengalihan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Senin (1/7/2019). Dokumentasi Humas PT BIJBSejumlah. asyarakat saat mengantre di loket Bandara Kertajati pada hari pertama pengalihan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Senin (1/7/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com – Sebanyak 56 penerbangan domestik dari Bandara Husein Sastranegara Bandung resmi dipindah ke Bandara Internasional Kertajati Majalengka pada 1 Juli 2019.

Vice President of Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano mengatakan ada 12 perusahaan yang mengoperasikan transportasi publik dari dan ke Kertajati.

“Operator travel juga ada yang memberikan tarif khusus. Bagi travel yang memasang tarif Rp 125.000 didiskon jadi Rp 105.000 per penumpang. Tersedia juga Damri gratis yang diberangkatkan dari Bandung menuju Kertajati dan sebaliknya,” ujar Yado saat dihubungi Selasa (2/7/2019).

Baca juga: Pengalihan Penerbangan, Manajemen Bandara Kertajati Sempat Khawatir soal Kesiapan Transportasi

Berikut operator transportasi darat yang melayani rute dari dan ke Kertajati:

1.      Damri

Damri melayani empat rute. Bandung-Kertajati (PP) selama masa transisi (1 bulan) digratiskan. Sedangkan tarif normalnya Rp 70.000.

Kemudian Cirebon-Kertajati Rp 40.000, Cikarang-Kertajati Rp 60.000, dan Kuningan-Kertajati 50.000.

General Manager Perum Damri Bandung, Mursalin mengatakan, untuk Bandung bus berangkat dari Jalan Kebon Kawung Bandung.

Sedangkan bus dari Cirebon, Kuningan, dan Cikarang, berangkat dari masing-masing terminal daerahnya.

Dinas Perhubungan Jawa Barat juga melansir data dan rute travel maupun bus di luar Damri. Harga yang terpampang merupakan harga normal (belum diskon), yakni:

Baca juga: Hari Pertama Pengalihan Penerbangan, Bandara Kertajati Layani 3.780 Penumpang

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolda Papua Ungkap Kekuatan KKB di Intan Jaya dan Jumlah Senjatanya

Kapolda Papua Ungkap Kekuatan KKB di Intan Jaya dan Jumlah Senjatanya

Regional
Orangtua Siswa Positif Covid-19, 2 SMP di Toraja Utara Ditutup

Orangtua Siswa Positif Covid-19, 2 SMP di Toraja Utara Ditutup

Regional
Jadi Calon Wali Kota Solo, Kekayaan Gibran Rp 21,1 Miliar

Jadi Calon Wali Kota Solo, Kekayaan Gibran Rp 21,1 Miliar

Regional
Rektor IPB University Dinyatakan Sembuh dari Corona

Rektor IPB University Dinyatakan Sembuh dari Corona

Regional
Biarkan Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi: Tak Elok Kami Naik Panggung Hentikan Paksa

Biarkan Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi: Tak Elok Kami Naik Panggung Hentikan Paksa

Regional
Terjadi Lagi, Seorang Dokter di Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Terjadi Lagi, Seorang Dokter di Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Regional
Muncul Klaster Covid-19, Seluruh Ponpes di Banyumas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Muncul Klaster Covid-19, Seluruh Ponpes di Banyumas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Regional
8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

Regional
Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Regional
Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Regional
Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Regional
Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Regional
Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Regional
31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

Regional
Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X