Burung Merpati di Bandung Laku Rp 1 Miliar, Apa Istimewanya?

Kompas.com - 02/07/2019, 07:15 WIB
Jayabaya, burung merpati yang dibeli seharga Rp.1.000.000.000 Dokumentasi Aristyo Setiawan. Jayabaya, burung merpati yang dibeli seharga Rp.1.000.000.000

BANDUNG, KOMPAS.com — Prestasi menjadi bahan pertimbangan bagi Robby, seorang penghobi burung merpati asal Bogor, untuk membeli seekor burung merpati jawara bernama Jayabaya dengan mahar Rp 1 miliar dari tangan warga Kota Bandung bernama Aristyo Setiawan.

Robby mengaku sudah mengincar untuk membeli burung tersebut sejak 2018.

“Burung itu punya prestasi apa enggak pasti berbeda harganya. Sejak 2018 burung itu (Jayabaya) hampir per giringan (lomba) pasti ada prestasinya,” ujar Robby melalui sambungan telepon, Senin (1/7/2019).


Baca juga: Laku Rp 1 Miliar, Merpati Ini Pecahkan Rekor Burung Termahal

Robby menambahkan, Jayabaya sebelum dibeli juga menyandang predikat juara nasional.

“Kebetulan Jayabaya ini podium satu di liga. Juara satu tingkatnya nasional. Bisa jadi tingkat satu nasional itu enggak gampang. Harus dari dasar dulu. Kalau hanya juara (tingkat) kota enggak maksimal. Masih belum (mahal). Kalau ini juara nasional, kerjanya (performanya) emang bagus,” ungkapnya.

Sementara itu, pemilik pertama burung Jayabaya, Aristyo Setiawan, mengatakan, perlu kesabaran untuk melatih seekor burung merpati hingga menjadi burung jawara.

“Enggak mudah buat melatih burung juara itu, apalagi spesialisasinya merpati tinggi kolong meja. Setiap ikut lomba, pasti minimal masuk 10 besar. Ada beberapa juara 1 juga. Tahun lalu juara 1 klasemen nasional," kata Aris.

Baca juga: Kenali Kawasan Jelajah, Peneliti Lepaskan Burung Maleo Bercincin

Ditanya soal prestasi, Aris mengatakan, Jayabaya memang jawara di berbagai ajang lomba merpati tingkat nasional, khususnya di ajang kelas merpati tinggi kolong meja.

"Awalnya memang sering kalah dulu karena pastinya butuh penyesuaian. Tapi setelah itu selalu berprestasi," ungkapnya.

Aris menuturkan, belasan kali Jayabaya naik podium juara, baik juara 1 maupun masuk 10 besar burung terbaik perlombaan yang rutin digelar oleh organisasi Penggemar Merpati Tinggi Indonesia (PMTI). Rata-rata, kata Aris, PMTI menggelar hingga 22 kali kejuaraan setiap tahun. 

Robby mengatakan tidak menghitung untung rugi. Menurut dia, kepuasan yang didapatnya setimpal dengan uang yang dikeluarkan.

“Ini hobi. Kalau sudah hobi, kita cari kepuasan. Jadi, berapa banyak uang yang keluar saya enggak hitung, enggak saya rinci,” kata pria yang enggan dipublikasikan profesinya ini.




Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X