Tika, Wasit Futsal yang Terseret Kasus Mafia Bola: Saya Bukan Siapa-siapa, Hanya Babu

Kompas.com - 01/07/2019, 22:56 WIB
Terdakwa Tika dan Mbah Pri (berpeci) berbincang bersama kuasa hukumnya seusai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (1/7/2019) Fadlan Mukhtar ZainTerdakwa Tika dan Mbah Pri (berpeci) berbincang bersama kuasa hukumnya seusai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (1/7/2019)

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Air mata Anik Yuni Artikasari alias Tika, salah satu terdakwa kasus mafia bola, tak terbendung saat membacakan pledoi dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegara, Senin (1/7/2019).

Sementara terdakwa lainnya, Priyanto alias Mbah Pri yang duduk di sampingnya pun tak kuasa menahan tangis. Mantan atlet futsal ini harus duduk di kursi pesakitan bersama orang terkasih, Mbah Pri yang selama ini jadi bapak angkatnya.

Dalam pledoi yang disampaikan, Tika mengaku bukan siapa-siapa dalam dunia persepakbolaan, baik di kancah nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota.

Tika hanya seorang asisten pribadi Manajer Persibara, Lasmi Indrayani, yang juga merupakan anak dari Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. Tika dikenalkan kepada Lasmi oleh bapak angkatnya.

"Saya bukan siapa-siapa, dalam arti bukan orang yang berpengaruh dalam dunia sepak bola. Saya hanya ingin mengabdikan diri pada dunia sepak bola, terutama futsal," tutur Tika yang merupakan salah satu dari sedikit wasit futsal wanita.

Baca juga: Sidang Kasus Mafia Bola, Mbah Putih Meminta Maaf

Namun Tuhan punya cerita lain. Keinginan Tika harus terhenti sementara karena tersandung persoalan hukum. Pun demikian dengan studi S2 yang sedang dijalaninya di salah satu kampus di Purwokerto, Jawa Tengah, juga terbengkalai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya berkeinginan menjadi PNS (pegawai negeri sipil) di Banjarnegara, karena ada tawaran dan Lasmi melalui bapak angkat," kata Tika.

Sebagai seorang terdakwa, menurut Tika, keluarga di kampung halamannya, Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pun turut menanggung beban. Sanksi sosial bagi keluarganya tak dapat terelakkan

"Saya hanya gadis yang tinggal dengan ibu yang sudah renta dan kakak seorang single parent yang harus merawat anaknya yang berkebutuhan khusus. Saya bukan seperti Ibu Lasmi dari keluarga berada, ayah pengusaha sekaligus bupati," ujar Tika.

Baca juga: Kuasa Hukum: Kasus Mafia Bola Jangan Berhenti di 6 Terdakwa

Tika mengaku tidak mengetahui mengenai transfer sejumlah uang dr Lasmi kepada bapak angkatnya. Ia tidak menerima dan menikmati aliran uang seperti yang terungkap dalam fakta persidangan.

"Saya hanya asisten Lasmi atau bahasa kasarnya babu yang harus selalu mengikuti perintah majikannya. Saya tidak memiliki kepentingan di Persibara, karena itu adalah titah majikan," kata Tika.

Seperti diketahui, kasus mafia bola diproses hukum setelah adanya laporan dari Lasmi Indrayani dan Budhi Sarwono. Mereka membeberkan dugaan pengaturan skor ke publik pada saat acara Mata Najwa yang disiarkan di salah satu televisi swasta.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.