Kompas.com - 01/07/2019, 19:58 WIB
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kotim AKP Achmat Budi Martono menunjukkan dua truk bermuatan kayu ilegal bersama dua sopirnya, Senin (1/7/2019). ANTARA KALTENG/NORJANIKepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kotim AKP Achmat Budi Martono menunjukkan dua truk bermuatan kayu ilegal bersama dua sopirnya, Senin (1/7/2019).

KOMPAS.com – Dua truk pembawa kayu benuas diduga illegal ke Kalimantan Selatan, berhasil diamankan aparat kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

"Kayu ini rencananya dibawa ke Liang Anggang, Kalimantan Selatan, tapi berhasil kami gagalkan. Kayu yang diangkut truk itu tidak dilengkapi dokumen yang sah," kata Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim), AKBP Mohammad Rommel melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Achmat Budi Martono di Sampit, Senin. (1/7/2019).

Lanjutnya, dua truk dicegat saat melintas di ruas jalan poros Desa Tumbang Sangai km 6 Kecamatan Telaga Antang, Minggu (30/6/2019) sekitar jam 06.25 WIB.

Baca juga: Empat Truk Bermuatan Kubik Kayu Ilegal Diamankan

Satu truk dengan nomor polisi KH 8634 AV warna hijau dikemudikan sopir berinisial HDN bermuatan kayu olahan jenis benuas ukuran panjang empat meter sebanyak 44 potong berbagai ukuran.

Satu truk lainnya dengan nomor polisi DA 8735 BP warna kuning dikemudikan sopir berinisial MDN bermuatan kayu olahan jenis benuas ukuran panjang empat meter sebanyak 35 potong berbagai macam jenis ukuran.

Hasil pemeriksaan, kayu-kayu tersebut tidak dilengkapi surat keterangan sah hasil hutan kayu (SKSHHK) kayu olahan atau surat angkutan lelang (SAL) dari Dinas Kehutanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Polres Nias Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kayu Ilegal

Untuk memastikan jumlah kayu dan kubikasi kayu, penyidik akan meminta bantuan saksi ahli. Atas temuan itu, polisi menahan kedua sopir untuk diproses hukum.

Kepada penyidik, kedua sopir dijanjikan upah masing-masing Rp 8 juta jika bisa mengantar kayu sampai ke tujuan yaitu Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Dari upah yang dijanjikan, kedua sopir diberi uang muka Rp1,3 juta oleh cukong alias pemodal. Mereka mengaku baru pertama kali menerima jasa pengangkutan kayu tersebut karena tergiur besarnya upah yang dijanjikan, namun ternyata malah mengantar mereka ke penjara.

Kedua sopir tersebut dijerat dengan Pasal 83 ayat (1) huruf b jo Pasal 12 huruf e atau Pasal 88 ayat (1) huruf a jo pasal 16 Undang Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Baca juga: 21 Ton Kayu Ilegal dari Hutan Lindung Aceh Timur Disita

Mereka terancam pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp1,5 miliar.

"Kami sedang mengejar pemodal kayu ilegal ini. Identitasnya sudah kami ketahui. Mudah-mudahan segera bisa kami bawa ke sini untuk menjalani proses hukum," tegasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.