Selasa, Pencarian Helikopter Hilang di Papua Dilanjutkan ke Arah Distrik Kiwirok

Kompas.com - 01/07/2019, 17:58 WIB
Dua unit Helly Bell yang digunakan untuk mencari Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada 28 Juni 2019 (1/07/2019) Dok Humas Lanud Silas PapareDua unit Helly Bell yang digunakan untuk mencari Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada 28 Juni 2019 (1/07/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pencarian Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang sejak 28 Juni 2019 pada hari ini telah dihentikan setelah dipastikan tidak adanya hasil penyisiran di Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Pada Selasa (2/7/2019), tim SAR gabungan akan kembali melakukan pencarian dengan fokus titik penyisiran ke arah Distrik Kiwirok.

"Hely Bell yang melakukan pencarian lewat udara tadi sempat nmendarat di beberapa titik dan bertanya ke masyarakat. Dari keterangan itu, perkiraan heli yang hilang sempat terbang ke arah Kiwirok," ujar Dandim 1702 Jayawijaya Letkol Inf Chandra Dianto, kepada Kompas.com melalui telepon pada Senin (1/7/2019).

Baca juga: Kakak Penumpang Helikopter yang Hilang Kontak di Oksibil Papua Berharap Adiknya Selamat

Letak Distrik Kiwirok dengan Distrik Oksop, lokasi saat ini Tim SAR Darat berada berjauhan, sehingga proses pencarian akan fokus dilakukan melalui udara.

Sedangkan proses pencarian tim SAR darat di Gunung Aproup, Distrik Oksop, Chandra mengakui belum ada temuan terkait keberadaan Helikopter MI-17.

Terkait dengan informasi dari warga setempat yang sempat mengaku mendengar adanya bunyi gemuruh seperti longsoran di punggung Gunung Aproup, tim SAR sudah menemukan sumber dari suara tersebut.

"Memang betul ada longsoran, tapi heli yang melakukan pantauan udara hanya melihat adanya kayu dan batu saja," kata dia.

Kini, tim SAR darat tengah ditarik mundur sampai ke Kampung Mimin dan bersiap bila ada informasi dari tim udara.

Sebelumnya, Helikopter MI-17 milik Penerbad TNI AD hilang kontak sesaat lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

"Pesawat tersebut dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari tujuh orang kru dan lima orang personil Satgas Yonif 725/Wrg  yang akan melaksanakan pergantian pos," ujar Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X