Cuaca Buruk, Pencarian Heli TNI AD di Papua Dihentikan Sementara

Kompas.com - 01/07/2019, 16:59 WIB
Helikopter MI-17 milik TNI AD Dok IstimewaHelikopter MI-17 milik TNI AD

JAYAPURA, KOMPAS.com - Proses pencarian Helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat yang hilang di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, dihentikan sementara karena cuaca buruk.

"Kegiatan SAR untuk hari ini kita nyatakan dihentikan sementara, karena cuaca di Oksibil sudah mendung dan hujan," ujar Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf TNI Dax Sianturi, di Jayapura, Senin (1/07/2019).

Penghentian proses pencarian pada hari keempat ini untuk Tim SAR udara dan darat yang ada di Distrik Oksibil. Sebelum dihentikan, Tim SAR udara telah melaksanakan pencarian menggunakan 2 heli bell, masing-masing melakukan tiga kali penerbangan.

Namun, pada penerbangan ketiga mereka terpaksa return to base (RTB) atau kembali ke landasan, karena cuaca tidak memungkinkan untuk terus melakukan pencarian.

Baca juga: Lokasi Pencarian Helikopter TNI AD yang Hilang Kontak di Oksibil Diperluas

Hingga kini, pencarian melalui udara belum menemukan tanda-tanda keberadaan Helikopter MI-17.

Sedangkan, untuk pencarian melalui jalur darat yang melalui Oksibil, Tim SAR sudah ditarik kembali setelah sempat menyisir Gunung Mol, Distrik Oksop.

"Pencarian darat tadi pagi kita lakukan di sekitar kaki Gunung Mol. Tetapi tim kita tarik ke Oksibil, karena kita akan fokus pada pencafrian melalui udara. Nanti kalau dari udara menemukan titik terang, baru tim darat kita kerahkan, tentu ini dalam rangka penghematan tenaga," kata Dax.

Sebelumnya, Helikopter MI-17 milik Penerbad TNI AD hilang kontak sesaat setelah lepas landas dari Bandara Oksibil, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura. Pesawat tersebut dilaporkan membawa 12 orang, terdiri dari tujuh orang crew dan lima orang personel Satgas Yonif 725/Wrg  yang akan melaksanakan pergantian pos.

Helikopter tersebut sedang melakukan misi pendorongan logistik (Dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan di Distrik Okbibab. Bertolak dari Distrik Okbibab, penerbangan dilanjutkan ke Bandara Oksibil untuk pengisian bahan bakar.

Pada  pukul 11.44 WIT, Heli MI-17 take off dari Bandara Oksibil menuju Sentani. Sesuai ekstimasi waktu, seharusnya Heli MI-17 mendarat di Sentani pukul 13.11 WIT.

Baca juga: 8 Fakta Helikopter MI-17 Hilang Kontak, Sisir Wilayah Gunung Mol hingga Terkendala Cuaca Buruk

Selain pencarian, Tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran di Distrik Lereh dan Airu, Kabupaten Jayapura. Hal tersebut dilakukan karena ada informasi dari warga di dua lokasi tersebut yang mengaku sempat mendengar bunyi helikopter pada 28 Juni 2019.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikut Semarang 10K, Pelari Ini Pakai Kain Batik Lengkap dengan Blangkon

Ikut Semarang 10K, Pelari Ini Pakai Kain Batik Lengkap dengan Blangkon

Regional
Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Regional
Menyoal Fakta Serangan Harimau di Sumsel, Tiga Petani Tewas hingga Akibat Perburuan Liar

Menyoal Fakta Serangan Harimau di Sumsel, Tiga Petani Tewas hingga Akibat Perburuan Liar

Regional
Semarang 10K, Lomba Lari Sambil Menikmati Wisata Sejarah Kota Lama

Semarang 10K, Lomba Lari Sambil Menikmati Wisata Sejarah Kota Lama

Regional
Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Regional
Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Regional
Rektor UNP Sebut Publikasi Jurnal Internasional Jadi Lahan Bisnis, Minta Kemendikbud Kaji Ulang

Rektor UNP Sebut Publikasi Jurnal Internasional Jadi Lahan Bisnis, Minta Kemendikbud Kaji Ulang

Regional
Kisah Suami Tunanetra di Pedalaman Flores Setia Rawat Istri dan Anak yang Derita Gangguan Jiwa

Kisah Suami Tunanetra di Pedalaman Flores Setia Rawat Istri dan Anak yang Derita Gangguan Jiwa

Regional
Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Regional
Di Ende, Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Rusak Bukan Kali Pertama

Di Ende, Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Rusak Bukan Kali Pertama

Regional
Kado Natal dari Polisi untuk Anak-anak di Distrik Kwamki Narama, Papua

Kado Natal dari Polisi untuk Anak-anak di Distrik Kwamki Narama, Papua

Regional
[POPULER NUSANTARA] TKI Telantar di Bandara Dubai | Pelat Lamborghini Terbakar Palsu

[POPULER NUSANTARA] TKI Telantar di Bandara Dubai | Pelat Lamborghini Terbakar Palsu

Regional
Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava

Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava

Regional
4 Fakta Anggota Brimob Gugur Saat Baku Tembak di Sulteng, Tertembak Usai Shalat Jumat

4 Fakta Anggota Brimob Gugur Saat Baku Tembak di Sulteng, Tertembak Usai Shalat Jumat

Regional
Khawatir Merugi, Petani di Kampar Panen Padi di Tengah Banjir

Khawatir Merugi, Petani di Kampar Panen Padi di Tengah Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X