Tongkang Batu Bara Tabrak Jembatan Mahakam

Kompas.com - 01/07/2019, 11:40 WIB
Fender pengaman jembatan Mahakam berbahan beton rusak setelah tertabrak tongkang bermuatan kayu yang hendak melintas di bawah jembatan Mahakam. Fender ini kembali tertabrak tongkang pengangkut batu bara TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYOFender pengaman jembatan Mahakam berbahan beton rusak setelah tertabrak tongkang bermuatan kayu yang hendak melintas di bawah jembatan Mahakam. Fender ini kembali tertabrak tongkang pengangkut batu bara

SAMARINDA, KOMPAS.comKapal Tongkang Tug Boat Blora 2 yang menarik Tongkang Robby 101 bermuatan batu bara menabrak fender dan tiang Jembatan Mahakam di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (30/6/2019).

Insiden tongkang batu bara menabrak konstruksi Jembatan Mahakam pernah terjadi. Namun, berbeda dengan kejadian sebelumnya, bila sebelumnya getaran jembatan usai fender dan tiang ditabrak begitu terasa bagi pengguna jalan yang melintas di atas jembatan.

Kali ini getaran tidak cukup kuat, namun demikian suara yang timbul akibat gesekan badan kapal dengan pondasi penompang jembatan terdengar warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

"Saya tidak tahu pasti bagaimana kejadiannya, karena posisi  ada di dalam hotel mau bertemu teman. Tapi suaranya terdengar, saya kira malah itu suara dari gedung, tenyata pas ngobrol sama beberapa orang di dekat sini, itu suara kapal nabrak jembatan, jadi saya keluar pengen memastikan," ujar Robby Ferdiansyah, salah satu pengunjung hotel, Samarinda.

Baca juga: Korban Kapal Tongkang Terbalik di Maluku Utara DItemukan Tewas

Sementara itu, kejadian kapal tongkang batu bara menabrak Jembatan Mahakam dibenarkan Kapolsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Samarinda, AKP Aldi Alfa Faroqi yang mengintruksikan anggotanya untuk gerak cepat menahan kapal tersebut.

"Tadi saya sudah dengar kabarnya, jadi sekarang jajaran KP3 di Pelabuhan Samarinda sedang melakukan pencarian kapal, dan sebagian saya arahkan untuk mencari data-data di sekitar lokasi kejadian," ungkapnya.

Untuk kronologi awal kejadian, ia menerangkan bahwa masih menunggu hasil penyelidikan anggota polisi yang saat ini masih bertugas menelusuri lokasi kapal, namun proses pencarian kapal di Sungai Mahakam terkendala.

"Informasi sementara, dari anggota yang sedang melakukan pencarian, masih terkendala masalah pencahayaan, yang membuat proses pencarian cukup sulit," ujarnya.

Baca juga: Dihantam Kapal Tongkang, Tiang Jembatan Tertua di Palembang Retak

Kasus ini masih dalam penanganan sementara Polsekta Kawasan Pelabuhan Samarinda, guna pencarian kapal yang mengangkut batu bara dari arah hulu menuju ke hilir Sungai Mahakam.

"Nanti kami informasikan kembali bisa sudah mendapatkan data-data lebih lengkap dari lapangan. Kita kroscek lebih lanjut nama kapal, serta data kelengkapan lainnya," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunkaltim dengan judu Kapal Tongkang Pengakut Batu Bara Tabrak Jembatan Mahakam

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Regional
Pengakuan Istri yang Bunuh Suaminya dengan Pisau Dapur di Kalteng, Terjadi Saat Pamit Kerja

Pengakuan Istri yang Bunuh Suaminya dengan Pisau Dapur di Kalteng, Terjadi Saat Pamit Kerja

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Regional
Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Regional
Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Regional
Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Regional
Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Regional
Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Regional
Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Regional
Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Regional
Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Regional
Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Regional
Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Regional
Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Regional
Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X