Senin Pagi, Pencarian Heli TNI AD yang Hilang Kontak di Papua Dilanjutkan

Kompas.com - 01/07/2019, 10:37 WIB
helikopter MI-17 milik TNI ADDok Istimewa helikopter MI-17 milik TNI AD

JAYAPURA, KOMPAS.com - Proses pencarian Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Pegunungan Bintang, Papua, pada 28 Juni kembali dilanjutkan, Senin (1/7/2019).

Senin pagi, total ada empat unit heli yang mulai melakukan pencarian melalui jalur udara.

"Pencarian udara sudah mulai karena cuaca cukup mendukung. Tadi sudah take off dua unit Heli Bell412, lalu dibantu oleh pesawat Heli Bell406 punya perusahaan sipil dan pesawat karavan," ujar Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, melalui sambungan telepon, Senin.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] 5 Bulan Dipenjara, Vanessa Angel Bebas | TNI Perluas Lokasi Pencarian Heli MI-17


Aidi mengatakan, keempat pesawat tersebut sejak Minggu (30/6/2019) sudah berada di Bandara Oksibil, Pegunungan Bintang, dan telah melakukan pencarian. 

Pencarian melalui jalur udara, terang Aidi, memiliki kendala keterbatasan waktu karena karakteristik cuaca di wilayah pegunungan Papua yang sangat cepat berganti.

Pagi hingga siang hari menjadi waktu yang memungkinkan untuk dilakukannya pencarian via udara. Namun, setelah siang hari hal tersebut sulit dilakukan karena kabut sudah mulai turun dan menutupi daratan.

Selain itu, proses pencarian tim melalui jalur darat juga terus berjalan. Hari ini tim tersebut diagendakan bisa tiba di Gunung Aprok, Distrik Oksop.

"Satuan darat yang melakukan penyisiran dari kemarin. Tapi pasukan darat terkendala oleh kondisi medan yang sangat berat. Mereka kemarin menginap di Gunung Mol dan hari ini menuju ke Gunung Aprok," ungkapnya.

Baca juga: 2 Heli TNI AD Diterbangkan ke Oksibil untuk Cari Helikopter MI-17

Ada 140 personel yang melakukan pencarian melalui alur darat. Masing-masing 20 personel mencari di Distrik Airu dan Lereh, Kabupaten Jayapura, dan sisanya melalui Oksibil.

Diberitakan sebelumnya Helikopter MI-17 milik TNI AD hilang kontak sesaat lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Pesawat tersebut dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari 7 crew dan 5 orang personil Satgas Yonif 725/Wrg  yang akan melaksanakan pergantian pos.

Helikopter tersebut, lanjut Aidi, tengah melakukan misi pendorongan logistik (Dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab.

Bertolak dari distrik Okbibab, penerbangan dilanjutkan ke Bandara Oksibil untuk pengisian bahan bakar. 

"Pada  pukul 11.44 WIT Heli MI-17 take off dari Bandara Oksibil menuju Sentani. Sesuai perkiraan ekstimasi waktu seharusnya Heli MI-17 mendarat di Sentani pukul 13.11 WIT. Namun, sampai dengan saat ini belum ada komunikasi ataupun berita tentang keberadaan heli tersebut," terang Aidi.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X