HUT Bhayangkara ke-73, Brimob Kibarkan Merah Putih di Puncak Cartenz Papua

Kompas.com - 01/07/2019, 07:39 WIB
11 anggota Brimob Mimika saat membentangkan bendera merah putih di Puncak Cartenz, Papua. Dok. ISTIMEWA11 anggota Brimob Mimika saat membentangkan bendera merah putih di Puncak Cartenz, Papua.

TIMIKA, KOMPAS.com - Memperingati HUT Bhayangkara ke-73, pada 1 Juli 2019 sebanyak 11 personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Papua mendaki Puncak Cartenz.

Pendakian dipimpin Wadanyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Papua, AKP Ramadhona melalui jalur Tembagapura area PT Freeport Indonesia sejak 19 Juni.

AKP Ramadhona menceritakan, setibanya di lembah danau-danau, mereka kemudian beristirahat.

Dimana lembah ini menjadi tempat peristirahatan para pedaki untuk menyesuaikan kondisi tubuh karena perubahan cuaca.

Tepat pada 21 Juni, pukul 06.00 WIT mereka pun mulai melakukan pendakian menuju salah satu puncak di Gunung Cartenz, yaitu Puncak Soemantri yang berada di ketinggian 4.808 Mdpl.

Baca juga: Peringati HUT Bhayangkara, Kapolresta Depok Ziarah ke Makam Hoegeng

Meskipun medan bebatuan, namun sewaktu sampai di Puncak tersebut, perjalanan yang melelahkan itu sirna setelah melihat putihnya salju. Mereka pun akhirnya tiba sekitar pukul 9.30 WIT.

Sesampainya di puncak itu, mereka lalu mengibarkan Bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengucapkan Tribrata yang merupakan pedoman moral dan penuntun nurani setiap anggota Polri.

"Sekitar satu jam kami berada di sana,” kata Ramadhona kepada Kompas.com, Sabtu (29/6/2019).

Menurutnya, perjalanan menuju puncak itu sama seperti tugas dan tanggungjawab setiap anggota Polri.

Banyak lika-liku, suka duka, namun harus dijalani dengan tekun sebagai bentuk dari pelayanan kepada masyarakat dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Baca juga: Pendaki Asal Jakarta Meninggal Dunia di Puncak Cartenz Papua

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Regional
Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Regional
Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Regional
Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Regional
'Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru'

"Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru"

Regional
Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Regional
Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

Regional
Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Regional
'Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan'

"Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan"

Regional
'Saya Melihat Darah Begitu Banyak tapi Tak Merasa Sakit'

"Saya Melihat Darah Begitu Banyak tapi Tak Merasa Sakit"

Regional
3 Wanita yang Main TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Didenda Rp 500.000

3 Wanita yang Main TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Didenda Rp 500.000

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Blitar, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Blitar, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X