Kembalikan 5 Orangutan ke Alam Liar, Petugas Tempuh Perjalanan Selama 2 Hari

Kompas.com - 01/07/2019, 05:45 WIB
IAR Indonesia melepasliarkan 5 orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Jumat (28/6/2019)  Dokumen IAR IndonesiaIAR Indonesia melepasliarkan 5 orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Jumat (28/6/2019)

PONTIANAK, KOMPAS.com – Buijing, orangutan jantan dan empat orangutan betina yang bernama Kibo, Japik, Manis, dan Santi harus menempuh perjalanan selama dua hari untuk kembali ke habitat asalnya.

Selama perjalanan menuju Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), lima orangutan tersebut dibawa oleh sejumlah petugas. Tim selalu memperhatikan kondisi lima orangutan yang dibawa agar tidak stres di dalam kandang karena jarak yang ditempuh yang sangat jauh.

Untuk mencapai kantor seksi Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) di Nanga Pinoh, tim membutuhkan waktu sekitar 17 jam dari Pusat Rehabilitasi IAR di Ketapang.

Mereka juga harus bermalam sebelum melanjutkan perjalanan ke titik pelepasan.

Baca juga: Perjalanan Panjang Bujing, Orangutan Asal Kalimantan Kembali ke Alam Liar

Salah satu titik pelepasan terdekat adalah Dusun Mengkilau yang berada di kawasan TNBBBR. Untuk menuju Dusung Mengkilau, dibutuhkan waktu sekitar lima jam menggunakan mobil dari Nanga Pinoh.

Sesampainya di Dusun Mengkilau, perjalanan diteruskan dengan menggunakan perahu motor selama satu jam menuju Teluk Ribas, yaitu tempat survei dan monitoring yang didirikan oleh IAR Indonesia.

Di Teluk Ribas, lima orangutan ditempatkan di kandang habituasi terlebih dahulu, untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh. Selain itu, kandang habituasi tersebut juga berfungsi untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang baru.

Jumat (28/6/2019), tim kembali melakukan perjalanan menuju titik pelepasan yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan dengan berjalan kaki.

Baca juga: Aparat Gabungan Ungkap Kasus Penyelundupan 7 Satwa Dilindungi ke Malaysia, 3 Diantaranya Orangutan

Menurut Karmele, kegiatan pelepasliaran kali ini sangat menarik karena untuk pertama kalinya IAR Indonesia  melibatkan kaum perempuan dari dusun setempat untuk menjadi porter yang mengangkut logistik dan perlengkapan para peserta tim pelepasliaran.

Para perempuan setempat memasukkan kebutuhan tim ke dalam keranjang tradisional dari bahan rotan yang dalam Bahasa Dayak Ransa disebut tengkalak.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Bentangkan Merah Putih di Ketinggian 1.103 Meter, Ini Tujuannya

Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Bentangkan Merah Putih di Ketinggian 1.103 Meter, Ini Tujuannya

Regional
Cerita Pedagang Pasar Ciranjang, seperti Mimpi 2 Kali Jadi Korban Kebakaran

Cerita Pedagang Pasar Ciranjang, seperti Mimpi 2 Kali Jadi Korban Kebakaran

Regional
Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Regional
Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Regional
Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Regional
Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X