Kemarau Maju, Lebih dari 1.000 Hektar Padi Gagal Dipanen

Kompas.com - 30/06/2019, 15:52 WIB
Kondisi areal pesawahan di Cianjur, Jawa Barat yang terancam gagal panen karena kekeringan di musim kemarau saat iniIstimewa Kondisi areal pesawahan di Cianjur, Jawa Barat yang terancam gagal panen karena kekeringan di musim kemarau saat ini

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan hektar lahan padi di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, gagal dipanen.

 

Padi gagal dipanen karena musim kemarau yang lebih awal dari perkiraan para petani sehingga saat musim tanam kedua para petani kehabisan air.

Kepala Dinas pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnubroto menyampaikan, sudah 1.918 hektar sawah yang gagal panen.


Sawah itu berada di 10 kecamatan, yakni Kecamatan Ponjong 10 hektar, Girisubo 6 hektar, Kecamatan Patuk 154 hektar, Kecamatan Playen 50 hektar, Kecamatan Wonosari 2 hektar, Kecamatan Karangmojo 47 hektar, Kecamatan Semin 505 hektar, Kecamatan Ngawen 285 hektar, dan Kecamaan Gedangsari 860 hektar.

"Kami terus mendata jumlah luasan lahan pertanian yang mengalami puso," kata Bambang saat dihubungi, Minggu (30/6/2019).

Baca juga: Masuk Musim Kemarau, 1.007 Hektar Sawah di Cianjur Terancam Kekeringan.

Dia menyebut, kerugian yang diderita petani padi ini belum dihitung. Namun, jika dihitung per hektar mampu menghasilkan 5 ton gabah, ada ribuan ton gagal diperoleh petani.

Untuk mengganti tanaman rusak, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait bantuan benih.

Untuk musim tanam musim depan, para petani akan mendapatkan bantuan 5 ton bibit yang akan disebar. 

Selain itu, ada 26 petugas dari DPP diikutsertakan sekolah iklim yang diadakan oleh BMKG Yogyakarta pada Juni ini.

Baca juga: Irigasi Cikondang Jebol, 1.007 Hektar Sawah Terancam Kekeringan

Setelah mendapatkan ilmu mengenai anomali cuaca, mereka akan ditugaskan mendampingi para petani memperkirakan waktu masa tanam. "Jadi para petugas bisa meng-update tentang kondisi iklim saat ini," kata dia.

Salah seorang petani asal Playen, Surani, mengaku pasrah tanaman padi miliknya kurang bagus hasil panennya karena kemarau maju dari perkiraan. "Sudah tidak ada hujan, dan lokasi pertanian saya jauh dari sumur bor, ya sudah," kata dia.

 


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X