Luput dari Perhatian Pemerintah, Warga di Pedalaman Flores Ambil Air Keruh di Kali

Kompas.com - 30/06/2019, 08:19 WIB
Foto : Warga Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT mengambil air di kali Wae Musur, Sabtu (29/6/2019). Nansianus TarisFoto : Warga Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT mengambil air di kali Wae Musur, Sabtu (29/6/2019).

BORONG, KOMPAS.com - Warga Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT kesulitan mendapatkan air bersih. 

Puluhan tahun sudah warga desa Bea Ngencung susah mendapatkan air bersih untuk minum, masak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Untuk mendapatkan air, warga mesti mengambil air di kali Wae Musur yang letaknya sekitar 2 kilometer dari desa itu. 

"Dari dulu kami di sini susah dapat air bersih untuk keperluan rumah tangga. Kami harus ambil air di kali Wae Musur. Kami ambil air di kali itu jalan kaki kurang lebih 2 kilometer," ujar Theodorus Pamput, salah seorang warga Desa Bea Ngencung kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu malam. 

Baca juga: Cara Warga di Bukit Bertahan di Tengah Kesulitan Air Bersih...


Ia mengungkapkan, sudah puluhan tahun warga di desa itu mengalami kesulitan air bersih.  

"Kalau musim hujan kami tampung air hujan. Tetapi begitu masuk musim kemarau, kami sengsara lagi. Itu tadi, satu-satunya sumber air ada di kali Wae Musur. Kalau pun airnya keruh, ya, kami mau konsumsi apalagi," ungkap dia.


Sementara itu, Ketua RT 01 Desa Beangencung, Pali Roja membenarkan warganya setiap hari harus mengambil air di kali Wae Musur untuk kebutuhan rumah tangga. 

“Iya memang benar. Kami di sini memang mengalami krisis air minum. Setiap hari kami mengambil air di kali. Suka tidak suka, mau tidak mau, kami lakukan ini tiap hari demi kebutuhan. Beginilah cara kami agar bertahan hidup," ujar Pali. 

Ketua Dewan Paroki Nangalanang,  Antonius Gatung mengatakan, kebutuhan air minum bersih sangat urgen bagi warga desa Bea Ngencung. Namun pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur terkesan lalai dan lamban dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat khusunya di desa Bea Ngencung.

"Saya melihat pemerintah tidak ada niat baik untuk memperhatikan masyarakat desa Bea Ngencung. Air minum bersih ini kan kebutuhan dasar masyarakat. Tetapi, pemerintah tutup mata dengan derita warga yang berkepanjangan ini," ujar Antonius.

Antonius berharap, kepada pemerintah Kabupaten Manggarai Timur agar memperhatikan derita yang melanda warga desa Bea Ngencung.

"Warga di sini ingin menikmati air minum bersih seperti orang di desa lain di republik ini. Semoga pemerintah mendengar jeritan kami dari desa Bea Ngencung," ungkapnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Regional
Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Regional
60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

Regional
Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Regional
Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Regional
Hendak ke Yogya, Polisi Pulangkan Suporter Persis Kembali ke Solo

Hendak ke Yogya, Polisi Pulangkan Suporter Persis Kembali ke Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X