Kura-Kura Leher Ular Asal Rote yang Nyaris Punah Siap Dipulangkan dari Singapura

Kompas.com - 30/06/2019, 07:49 WIB
Kura-kura Leher Ular (Chelodina mccordi) ditunjukkan saat rilis terkait kasus penyelundupan satwa di Gedung Balai Instalasi Karantina Hewan dan Tumbuhan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (14/9/2017). Sebanyak 65 ekor kura-kura, 9 ekor ular, 5 ekor biawak, 10 ekor buaya, 4 ekor musang, dan 8 ekor lintah diamankan pihak karantina hewan saat penyelundupan di dalam 4 koper berukuran besar melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELKura-kura Leher Ular (Chelodina mccordi) ditunjukkan saat rilis terkait kasus penyelundupan satwa di Gedung Balai Instalasi Karantina Hewan dan Tumbuhan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (14/9/2017). Sebanyak 65 ekor kura-kura, 9 ekor ular, 5 ekor biawak, 10 ekor buaya, 4 ekor musang, dan 8 ekor lintah diamankan pihak karantina hewan saat penyelundupan di dalam 4 koper berukuran besar melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

KUPANG, KOMPAS.com - Dalam beberapa bulan ke depan, kura-kura leher ular asal Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur ( NTT), akan dipulangkan dari Singapura.

"Inisiasi repatriasi kura-kura leher ular asal Rote Ndao dari Singapura ke Indonesia sudah dimulai dari sekarang,"ungkap Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT Timbul Batubara kepada Kompas.com, Sabtu (29/6/2019).

Menurut Batubara, sebuah lembaga internasional pemerhati lingkungan hidup, Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP), Wildlife Reserve Singapore melalui Singapore Zoo saat ini sedang melakukan program breeding sebagai bagian dari mendukung program reintroduksi).


Baca juga: Kura-Kura Leher Ular Punah di Habitat Aslinya di Pulau Rote, NTT

WCS IP dan pihak Singapura, lanjut Batubara, masih akan berkomunikasi terkait jumlah pasti yang akan direpatriasi untuk tahap awal.

"Yang pasti, repatriasi tidak hanya akan dilakukan sekali, tetapi beberapa kali dan dari sumber yang berbeda-beda seperti Amerika dan Eropa, mengingat spesies ini banyak di-breeding di kebun binatang luar,"ungkap Batubara.

Batubara menyebut, jumlah kura-kura leher ular Rote di Singapura berdasarkan catatan WCS IP Singapura, berjumlah 26 ekor, yang merupakan hasil dari program breeding di Amerika dan Austria.

"Diharapkan pemulangan kura-kura kepala ular bisa dilakukan paling lambat akhir tahun ini, mengingat proses administrasi yang harus dilewati akan cukup memakan waktu,"ujarnya.

Baca juga: BBKSDA NTT Bakal Punya Fasilitas bagi Kura-kura Leher Ular asal Rote yang Nyaris Punah

Namun rencananya akan dipulangkan pada Agustus 2019 mendatang.

"Untuk jumlah masih sedang didiskusikan," kata Batubara.

Kura-kura leher ular rote, lanjut Batubara, merupakan satwa endemik di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, yang saat ini telah punah.

Satwa ini merupakan satu-satunya kura-kura leher ular genus Chelodina yang berada di luar dataran Papua-Australia dan masuk dalam daftar CITES.

"Kura-kura leher ular rote adalah satwa endemik ikonik Pulau Rote yang perlu untuk diperjuangkan kelestariannya dan dikembalikan kehabitat alaminya," ujar Barubara.



komentar di artikel lainnya
Close Ads X