Sistem Online PPDB 2019 di Yogyakarta Sempat "Error", Siswa Tak Bisa Daftar

Kompas.com - 29/06/2019, 13:36 WIB
Ratusan orang tua dan calon siswa SMA sedang mengantre pengambilan token di SMA Negeri 8 Yogyakarta pada Kamis (20/6/2019). TRIBUNJOGJA.com/SITI UMAIYAHRatusan orang tua dan calon siswa SMA sedang mengantre pengambilan token di SMA Negeri 8 Yogyakarta pada Kamis (20/6/2019).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sistem pendaftaran online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, ditemukan error. Akibatnya, calon siswa tidak bisa melakukan pendaftaran secara online.

Kepala Ombudsman Perwakilan DIY, Budhi Masthuri mengatakan, hingga hari ini, sistem PPDB online SMP di Kabupaten Sleman belum  bisa digunakan.

"Sampai pagi ini, sistem online PPDB Sleman masih belum normal," ujar Kepala Ombudsman Perwakilan DIY, Budhi Masthuri, Sabtu (29/6/2019).

Baca juga: Begini Cara Mengakses Pengumuman PPDB Jabar 2019


Budhi menuturkan, sistem PPDB SMP di Kabupaten Sleman diketahui error sejak Jumat (28/6/2019) pukul 08.00 WIB.

Pada petunjuk teknis, setiap siswa bisa memilih tiga sekolah zona 1, tetapi dalam sistem tidak ada pilihan tersebut sehingga siswa hanya bisa memilih satu sekolah saja.

"Sebagian calon siswa yang keluhannya mengalami sistem error tidak bisa mendaftar online. Tapi ada keluhan lainnya yang mengalami masalah di menu sistemnya," ungkapnya.

Setelah menemukan permasalahan tersebut, Ombudsman RI perwakilan DIY langsung menghubungi Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman untuk meminta penjelasan.

"Sistem sedang diperbaiki dan diperkirakan selesai sore (Jumat sore). Tetapi sampai pagi ini (Sabtu) ternyata masih belum ada perubahan di sistem online-nya," tegasnya.

Baca juga: Pengumuman PPDB Jabar 2019, Siswa yang Tak Lulus Jangan Kecil Hati...

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Sri Wantini menyampaikan, setelah dihubungi oleh Ombudsman RI Perwakilan DIY, pihaknya langsung melakukan pengecekan sistem.

"Kemarin dicek dan langsung diatasi oleh operator. Sebelum jam 12.00 wib, sudah bisa teratasi," ucapnya.

Menurut dia, permasalahan muncul karena profil data calon siswa tidak dimasukkan secara lengkap sehingga tidak terdeteksi oleh sistem.

Kalaupun ada perbedaan data yang dimasukan terkait profil calon siswa, maka operator harus memasukkan ulang data.

"Datanya profil siswa enggak lengkap. Kemarin banyak yang datang ke dinas dan dibantu operator dan sudah selesai. Insya Allah tidak ada masalah, kalau data profil calon siswa itu sesui dengan data yang di sistem," pungkasnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X