2 Helikopter dan 1 Pesawat Dikerahkan ke Oksibil Cari MI-17 yang Hilang

Kompas.com - 29/06/2019, 10:30 WIB
Enam unit helikopter Mi-17 V5 buatan Rusia diserahkan kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan di Skadron 21/Sena, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (26/8/2011). Enam helikopter Mi-17 V5 tersebut merupakan helikopter angkut militer yang dapat mengangkut 36 personil atau beban seberat tiga ton, dan akan mengisi Skadron 31/Serbu Semarang. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Enam unit helikopter Mi-17 V5 buatan Rusia diserahkan kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan di Skadron 21/Sena, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (26/8/2011). Enam helikopter Mi-17 V5 tersebut merupakan helikopter angkut militer yang dapat mengangkut 36 personil atau beban seberat tiga ton, dan akan mengisi Skadron 31/Serbu Semarang.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Total ada 2 helikopter dan 1 pesawat CN325 dikerahkan untuk mencari helikopter Mil MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Pegunungan Bintang, Papua, pada Jumat (28/6/2019) siang.

Namun, hingga kini baru pesawat CN235 yang telah bertolak dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, menuju Oksibil, Pegunungan Bintang, untuk membawa bahan bakar dan lima orang personel TNI Angkatan Udara.

"Kita akan mendatangkan helikopter (Bell 412) yang sekarang posisinya ada di Timika (Mimika)," ujar Komandan Lanud Silas Papare Marsekal Pertama TNI Tri Bowo Budi Santoso di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (29/06/2019).

Baca juga: Pencarian Helikopter MI-17 TNI AD yang Hilang Terkendala Cuaca Ekstrim

Selain helikopter Bell 412, ada juga helikopter MI-17 milik Kodam XVII Cenderawasih yang juga akan dikerahkan udari Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, ke Oksibil.

Namun, kedua unit helikopter itu belum dapat diberangkatkan karena faktor cuaca.

"Pertimbangan utama adalah safety. Informasi di Timika, cuaca masih kurang bagus, jadi heli belum bisa berangkat," terangnya.

Menurut dia, helikopter Bell 412 memiliki daya tempuh sangat terbatas sehingga rutenya harus transit ke beberapa titik.

"Dari Timika helikopter akan ke Nabire dulu, lalu ke Sarmi, Sentani setelah itu baru ke Oksibil," katanya.

Baca juga: SAR Siapkan Tim Cari Helikopter TNI AD yang Hilang Kontak

"Harapan kami paling tidak helikopter hari ini bisa tiba di Oksibil supaya bisa segera kita melakukan pencarian dan pertolongan," sambung Tri Bowo.

Sebelumnya, helikopter MI-17 milik Penerbad TNI AD hilang kontak sesaat lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

"Pesawat tersebut dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari tujuh orang crew dan lima orang personel Satgas Yonif 725/Wrg  yang akan melaksanakan pergantian Pos," ujar Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Baca juga: Kronologi Helikopter TNI AD Hilang Kontak di Oksibil Papua

Helikopter tersebut, lanjut Aidi, tengah melakukan misi pendorongan logistik (Dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab.

Bertolak dari distrik Okbibab, penerbangan dilanjutkan ke Bandara Oksibil untuk pengisian bahan bakar. 

"Pada  pukul 11.44 WIT heli MI-17 take off dari Bandara Oksibil menuju Sentani. Sesuai perkiraan ekstimasi waktu seharusnya heli MI-17 mendarat di Sentani pukul 13.11 WIT namun sampai dengan saat ini belum ada komunikasi ataupun berita tentang keberadaan Heli tersebut," kata Aidi.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Transit di Singapura, Jemaah Umrah dari Surabaya Kembali ke Indonesia

Transit di Singapura, Jemaah Umrah dari Surabaya Kembali ke Indonesia

Regional
Jasad Delis Ditinggalkan 5 Jam, Diboncengkan Sepeda Motor oleh Ayahnya

Jasad Delis Ditinggalkan 5 Jam, Diboncengkan Sepeda Motor oleh Ayahnya

Regional
Dedi Mulyadi: Hutan Harus Jadi Kekayaan Spiritual untuk Cegah Banjir

Dedi Mulyadi: Hutan Harus Jadi Kekayaan Spiritual untuk Cegah Banjir

Regional
Paus Terdampar dalam Kondisi Mati di Pantai Kulon Progo

Paus Terdampar dalam Kondisi Mati di Pantai Kulon Progo

Regional
Buat Geger, Tikus Gigit Ular di Kantor Wali Kota Salatiga, Kelabang Muncul di Ruangan Staf Ahli

Buat Geger, Tikus Gigit Ular di Kantor Wali Kota Salatiga, Kelabang Muncul di Ruangan Staf Ahli

Regional
Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, 6 Orang Terluka dan 1 Kantor Polisi Rusak

Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, 6 Orang Terluka dan 1 Kantor Polisi Rusak

Regional
Dilipat Beda Arah, Cara Difabel Tunanetra Kenali Nominal Rupiah

Dilipat Beda Arah, Cara Difabel Tunanetra Kenali Nominal Rupiah

Regional
Tersangka Tragedi Susur Sungai Sempor: Tanggung Jawab Kami kepada Allah dan Hukum

Tersangka Tragedi Susur Sungai Sempor: Tanggung Jawab Kami kepada Allah dan Hukum

Regional
Menyesal Bela Mantan Suami yang Bunuh Putrinya, Ibu Delis: Dasar Tukang Bohong

Menyesal Bela Mantan Suami yang Bunuh Putrinya, Ibu Delis: Dasar Tukang Bohong

Regional
Air yang Tampak Mendidih di Persawahan Warga Sumenep Akan Diuji di Laboratorium

Air yang Tampak Mendidih di Persawahan Warga Sumenep Akan Diuji di Laboratorium

Regional
Aniaya Ibu Kandung, Remaja Jebolan The Voice Indonesia Diamankan Polisi

Aniaya Ibu Kandung, Remaja Jebolan The Voice Indonesia Diamankan Polisi

Regional
Arab Saudi Setop Umrah, Ratusan Jemaah asal Cianjur Batal Berangkat

Arab Saudi Setop Umrah, Ratusan Jemaah asal Cianjur Batal Berangkat

Regional
Stafsus Presiden: Santri Jangan Hanya Jadi Follower

Stafsus Presiden: Santri Jangan Hanya Jadi Follower

Regional
Upaya Agen Perjalanan Meyakinkan 38 Calon Jemaah Umrah di Jember

Upaya Agen Perjalanan Meyakinkan 38 Calon Jemaah Umrah di Jember

Regional
Mobil Mertua Pura-pura Dijual untuk Ajukan Kredit, PNS Ini Dihukum Penjara

Mobil Mertua Pura-pura Dijual untuk Ajukan Kredit, PNS Ini Dihukum Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X