10 Makam Leluhur Minahasa Dirusak Orang Tak Dikenal, BPCB Lapor Polisi

Kompas.com - 28/06/2019, 19:27 WIB
Kubur batu atau waruga yang dirusak oleh orang tidak dikenal di komplek pekuburan Kaima, Kauditan, Minahasa Utara. KOMPAS.COM/BPCB GorontaloKubur batu atau waruga yang dirusak oleh orang tidak dikenal di komplek pekuburan Kaima, Kauditan, Minahasa Utara.

GORONTALO, KOMPAS.com – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gorontalo melaporkan perusakan 10 waruga atau kubur batu purbakala masyarakat Minahasa kepada aparat kepolisian.

Waruga atau makam leluhur orang Minahasa ini berada di kawasan cagar budaya Kaima, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Di kompleks ini terdapat 46 waruga, perusakan ini dilakukan pada 9 waruga dengan menggeser dan menjatuhkan penutup bagian atas hingga rusak. Sementara 1 penutup waruga rusak namun belum bergeser.

Perusakan waruga ini dilakukan pada Jumat (14/6/2019) dini hari saat masyarakat sekitar terlelap. Saat itu, pelaku bebas menggeser dan meruntuhkan penutup batu yang berat.

Diduga, motif pelaku perusakan adalah untuk mencari harta di dalamnya. Dalam kebiasaan penguburan masa lalu, mayat dimasukkan ke waruga dengan disertai bekal kubur seperti keramik atau senjata tajam.

“Ada unsur menggeser penutup dengan tekanan  mendorong, bukan mengangkat dari dudukannya. Akibatnya ada yang patah,” kata Zakaria Kasimin, kepala BPCB Gorontalo, Jumat (28/6/2019).

Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Minahasa Terdampak Banjir Luapan Sungai

Menindaklanjuti perusakan waruga ini, BPCB Gorontalo yang memiliki wilayah kerja di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo, melakukan koordinasi dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Polres Minahasa Utara dan Polsek Kauditan.

“Kami sudah mengembalikan tutup waruga yang dibuka degan paksa dan terjatuh. Pelaku belum diketahui,” ujar Zakaria Kasimin.

Untuk mengembalikan penutup waruga ini, seorang tonaas atau pemimpin adat setempat melakukan ritual dengan dibantu para juru pelihara seluruh Minahasa Utara.

Untuk mengantisipasi terulangnya perusakan, para juru pelihara dikumpulkan untuk diberi pengarahan. Mereka inilah yang berada di lokasi untuk pemeliharaan sehar-hari. Mereka juga mendapat arahan untuk lebih waspada terhadap cagar budaya yang dipelihara.

“Kami sudah sampaikan kejadian ini Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman,” tutur Zakaria Kasimin.

Waruga adalah kubur masyarakat Minahasa pada masa lalu yang terbuat dari batu, terdiri dari 2 bagian. Bagian atas adalah penutup berbentuk segitiga seperti bagian atap rumah. Sedangkan bagian bawahnya berbentuk kotak yang terdapat rongga di dalamnya tempat meletakkan mayat.

Baca juga: Waruga, Sejarah Orang Minahasa

Waruga di Kaima ini merupakan pindahan tahun 1974 ke lokasi pekuburan umum, waruga ini sudah tidak berisi benda berharga. Waruga Kaima sudah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional pada 26 Maret 2007 berdasarkan UU nomor 5 tahun 1992.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Reklame 2 ASN Bakeuda Kota Tegal

Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Reklame 2 ASN Bakeuda Kota Tegal

Regional
Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Regional
Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2021

Regional
Koleksi Benda Antik di Museum Sulawesi Tenggara Digondol Maling, Pelaku Jebol Kunci Penyimpanan

Koleksi Benda Antik di Museum Sulawesi Tenggara Digondol Maling, Pelaku Jebol Kunci Penyimpanan

Regional
Oknum Pendamping PKH Gelapkan Dana Bansos Rp 107 Juta Selama 2 Tahun,  Korban Tak Tahu Namanya Jadi Penerima

Oknum Pendamping PKH Gelapkan Dana Bansos Rp 107 Juta Selama 2 Tahun, Korban Tak Tahu Namanya Jadi Penerima

Regional
Ketua DPRD dan Sekda Pamekasan Gagal Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya...

Ketua DPRD dan Sekda Pamekasan Gagal Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya...

Regional
Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Regional
Vaksinasi Covid-19 Pejabat Majalengka Dilakukan Secara Terbuka pada 3 Februari

Vaksinasi Covid-19 Pejabat Majalengka Dilakukan Secara Terbuka pada 3 Februari

Regional
Kisruh Pilkada Bandar Lampung Selesai, MA Anulir Keputusan KPU yang Batalkan Paslon Pemenang

Kisruh Pilkada Bandar Lampung Selesai, MA Anulir Keputusan KPU yang Batalkan Paslon Pemenang

Regional
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 150 Warga Turgo Sleman Mengungsi

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 150 Warga Turgo Sleman Mengungsi

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Cianjur Didominasi Milenial, Abai Pakai Masker

Pelanggar Protokol Kesehatan di Cianjur Didominasi Milenial, Abai Pakai Masker

Regional
Ingin Tanam Kelapa, Warga Aceh Utara Malah Temukan Bom

Ingin Tanam Kelapa, Warga Aceh Utara Malah Temukan Bom

Regional
Dua dari Sepuluh Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Dua dari Sepuluh Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Regional
Gelap Mata Ditolak Jadi Pacar, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Siswi SMP di Parit Sawah

Gelap Mata Ditolak Jadi Pacar, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Siswi SMP di Parit Sawah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X