Kasus Perdagangan Orang, Wali Kota Singkawang Minta Warganya Lebih Waspada

Kompas.com - 28/06/2019, 18:36 WIB
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie NETWali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie

SINGKAWANG, KOMPAS.com - Aparat kepolisian menggagalkan pengiriman tiga perempuan asal Mayasofa, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, ke Tiongkok, China.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus perdagangan orang yang terjadi di Kota Singkawang.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengimbau warganya untuk tidak mudah percaya dengan bujuk rayu orang-orang yang kerap menawarkan imimg-iming cukup besar.

"Yang terpenting, warga Singkawang jangan mudah percaya dengan segala bentuk bujuk rayuan, apa lagi ada orang yang berjanji bisa membuat hidup kita jauh lebih baik," katanya, Jumat (28/6/2019).

Baca juga: Diduga Akan Dijual ke China, 3 Perempuan Asal Singkawang Diselamatkan

Menurut dia, tak ada jaminan orang yang bekerja atau pun menikah dengan warga negara asing akan hidup nyaman. Karena di sana adalah negara orang.

"Kita tidak tahu, kondisi di sana seperti apa," ucapnya.

Jika pun kemudian tetap ingin bekerja di luar negeri, wali kota perempuan pertama di Singkawang ini berharap warganya terlebih dulu mempersiapkan diri dengan keahlian, baik dari segi pendidikan, keterampilan, serta bisa menguasai bagaimana cara beradaptasi, ketika sudah menikah dan tinggal di negeri orang. 

Menurut dia, seorang wanita harus bisa mandiri tanpa harus bergantung kepada suami.

"Perempuan yang punya keterampilan akan bisa mandiri tanpa bergantung dan tidak mudah diintimidasi oleh siapa pun," ungkapnya.

Baca juga: Kasus Perdagangan Orang dengan Modus Pernikahan, Mak Comblang Diduga Raup Rp 70 Juta per Korban

Diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian menggagalkan pengiriman tiga perempuan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau traficking.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X