Sampah di Pangandaran 3.000 Meter Kubik Saat Libur, Pemda Diminta Bertindak

Kompas.com - 28/06/2019, 17:26 WIB
Rosyid (kanan) dan rekannya sedang menaikan sampah ke kendaraan pengangkut sampah di Pantai Barat, Pangandaran. DOK Rosyid (kanan) dan rekannya sedang menaikan sampah ke kendaraan pengangkut sampah di Pantai Barat, Pangandaran.

PANGANDARAN, KOMPAS.com — Pangandaran, salah satu obyek wisata di Jawa Barat, menghadapi persoalan samah. Saat libur, sampah di daerah yang memiliki pantai indah itu mencapai 3.000 meter kubik. Pemerintah diminta segera bertindak.

Aktivis lingkungan yang juga Ketua Forum Kesiapsiagaan Dini Masyarakat (FKDM) Pangandaran Sutan Abdul Rosyid mengatakan, pemerintah setempat harus segera membuat tempat pengolahan sampah. Hal ini untuk mengurangi sampah yang ada di Pangandaran.

"Pemkab sementara ini belum memiliki tempat pengolahan sampah," kata dia saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (28/6/2019).

Selama ini, lanjut dia, sampah yang ada diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Purbahayu, Kecamatan Pangandaran.

Hal ini, kata dia, hanya memindahkan tempat pencemaran lingkungan.

"Bukan solusi. Sampah hanya ditumpuk di TPA," ujarnya.

Baca juga: Pelabuhan Pangandaran Hampir Rampung, Pemda Diminta Siapkan Komoditi dan Bangun Akses Jalan

Sampah yang diangkut ke TPA, kata Rosyid, merupakan sampah campuran antara organik, anorganik, bahkan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Sampah tersebut tidak dipilah sebelumnya.

"Kalau sampah organik enggak masalah. Tapi ada sampah lain yang bercampur," katanya.

Dia menginginkan ada tempat pengolahan sampah atau tempat daur ulang sampah. Sampah itu bisa didaur ulang atau bahkan diubah menjadi bahan bakar minyak.

"Bisa disuling jadi BBM, minyak tanah, bensin, solar," kata Rosyid.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

67,5 Persen Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Lampung Sudah Terisi

67,5 Persen Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Lampung Sudah Terisi

Regional
Registrasi Vaksinasi Sulit, Nakes di Palembang Baru 9,19 Persen Disuntik Vaksin

Registrasi Vaksinasi Sulit, Nakes di Palembang Baru 9,19 Persen Disuntik Vaksin

Regional
115 Nakes Kulon Progo Positif Covid-19, Mayoritas Tak Tertular di Fasilitas Kesehatan

115 Nakes Kulon Progo Positif Covid-19, Mayoritas Tak Tertular di Fasilitas Kesehatan

Regional
Pria Asal Sumbar Cetak Uang Palsu, Dibelikan HP hingga Sepeda Motor

Pria Asal Sumbar Cetak Uang Palsu, Dibelikan HP hingga Sepeda Motor

Regional
Tak Punya Hasil Rapid Test Antigen, Sejumlah Kendaraan Putar Balik di Perbatasan Banyumas

Tak Punya Hasil Rapid Test Antigen, Sejumlah Kendaraan Putar Balik di Perbatasan Banyumas

Regional
Bupati Sleman Positif Covid-19, Dinkes Sebut Bukan Gara-gara Vaksin

Bupati Sleman Positif Covid-19, Dinkes Sebut Bukan Gara-gara Vaksin

Regional
Ditetapkan Jadi Pemenang Pilkada Karawang, Cellica-Aep Bangkal Rangkul Paslon Lain

Ditetapkan Jadi Pemenang Pilkada Karawang, Cellica-Aep Bangkal Rangkul Paslon Lain

Regional
Resmi Jadi Wali Kota Solo Terpilih, Gibran Ucapkan Terima Kasih, Termasuk ke Paslon 2

Resmi Jadi Wali Kota Solo Terpilih, Gibran Ucapkan Terima Kasih, Termasuk ke Paslon 2

Regional
10 Hari Penerapan PPKM di Jatim, Zona Merah Covid-19 Bertambah dari 5 Menjadi 7 Daerah

10 Hari Penerapan PPKM di Jatim, Zona Merah Covid-19 Bertambah dari 5 Menjadi 7 Daerah

Regional
Pasangan Dico-Basuki Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Kendal

Pasangan Dico-Basuki Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Kendal

Regional
Bangkai Paus Terdampar di Pantai Bali, Ini Dugaan Penyebabnya

Bangkai Paus Terdampar di Pantai Bali, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Truk Masuk Jurang dan Terbakar di Fly Over Kelok 9 Sumbar, Sopir Selamat

Truk Masuk Jurang dan Terbakar di Fly Over Kelok 9 Sumbar, Sopir Selamat

Regional
Kisah Haru Anggota TNI, Rumahnya Tak Layak Huni Direnovasi Polisi

Kisah Haru Anggota TNI, Rumahnya Tak Layak Huni Direnovasi Polisi

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 Januari 2021

Regional
Cerita Tim Dokter yang Pisahkan Bayi Kembar Siam Adam dan Aris

Cerita Tim Dokter yang Pisahkan Bayi Kembar Siam Adam dan Aris

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X