Sejak Awal 2019, Sudah 34 Anak di Kota Kupang Jadi Korban Pencabulan

Kompas.com - 28/06/2019, 15:22 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak 34 anak perempuan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), jadi korban pencabulan hingga pertengahan tahun 2019 ini.

"Dari tanggal 1 Januari 2019 sampai dengan 30 Mei 2019, anak yang jadi korban percabulan dan korban persetubuhan ada 34 orang anak," kata Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi, kepada Kompas.com, Jumat (28/6/2019).

Angka itu, lanjut Bobby, belum termasuk dengan data kasus pencabulan anak yang terjadi sepanjang bulan Juni ini.

Baca juga: Cabuli 2 Siswi SMA, 4 Pemuda di Kupang Ditangkap Polisi

Kasus pencabulan terhadap anak perempuan itu, sebut Bobby, terjadi merata di enam kecamatan di Kota Kupang.

Bobby menyebut, untuk penanganan kasus pencabulan yang ditangani polisi, sejauh ini tidak ada masalah.

Para pelaku pencabulan yang lari bersembunyi setelah melakukan aksinya dapat ditangkap.

Terhadap banyaknya aksi pencabulan itu, Bobby pun mengimbau kepada para orangtua agar meluangkan waktu lebih banyak dari biasanya kepada anak mereka.

"Minimal kurangi jam menggunakan media sosial mereka. Jangan gantikan waktu untuk anak-anak kita, dengan membeli sesuatu kepada anak, seolah-olah kita perhatian kepada mereka. Karena, kebanyakan kasus pencabulan ini berawal dari media sosial," pungkas dia.

Baca juga: 20 Anak di Bawah Umur Jadi Korban Pencabulan Dukun Palsu di Garut

Sebelumnya, aparat Kepolisian Resor Kupang Kota, menangkap empat orang pemuda, karena mencabuli dua siswi SMA di Kota Kupang.

Empat pemuda yang ditangkap itu yakni berinisial JM (17), F (17), R (17) dan YT (20).

Antara pelaku dan korban sudah saling mengenal dan tergabung dalam komunitas media sosial.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Regional
Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Regional
15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

Regional
Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Regional
Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Regional
Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Regional
Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Regional
Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Regional
Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Regional
Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Regional
25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

Regional
Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Regional
Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Regional
Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Regional
Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X