Setahun Kasus Korupsi Bank Salatiga, Uang Nasabah Rp 14 Miliar Belum Juga Kembali

Kompas.com - 28/06/2019, 13:39 WIB
Puluhan nasabah Bank Salatiga melakukan aksi demontrasi di depan Bank Salatiga Jalan Diponegoro No 10 Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Kamis (27/6/2019). 
Tribunjateng.com/M Nafiul HarisPuluhan nasabah Bank Salatiga melakukan aksi demontrasi di depan Bank Salatiga Jalan Diponegoro No 10 Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Kamis (27/6/2019).

KOMPAS.com - Sudah setahun kasus korupsi oknum Bank Salatiga belum juga terselesaikan. Puluhan nasabah bank ini belum juga mendapatkan kepastian kapan uang mereka bisa kembali. Jumlahnya mencapai belasan miliaran rupiah.

Puluhan nasabah korban korupsi Bank Salatiga kemudian mendatangi Bank Salatiga di Jalan Diponegoro No 10 Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Kamis (27/6/2019). Mereka melakukan demo di depan kantor bank tersebut.

Perwakilan nasabah korban Bank Salatiga, Liliana (45), warga Sidomukti mengatakan, para korban telah menunggu hampir setahun lamanya dan belum melihat ada iktikad baik.

"Jadi total kerugian para korban khususnya yang ikut demo ini ada sekira Rp 14 miliar," katanya seperti dikutip dari Tribunjateng.com, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: Kembali Tersandung Kasus Korupsi, Mantan Bupati Bogor Mengaku Belum Dapat Panggilan KPK

"Dulu para sales atau marketing Bank Salatiga mendatangi kami agar menabung. Sekarang ketika kami hendak meminta uang dikembalikan malah dipersulit."

Terkait kasus Bank Salatiga tersebut, Pengadilan Negeri Semarang telah menetapkan mantan Dirut PD BPR Bank Salatiga M Habib Shaleh sebagai tersangka atas kelalaian selama menjabat sejak tahun 2008 hingga 2018 dan membuat bank merugi sebesar Rp 24,7 miliar.

Dana nasabah dikorupsi untuk kepentingan pribadi

Berdasarkan keterangan tersangka M Habib, beberapa nama diduga turut menggunakan uang nasabah.

Diantaranya Sunarti dan Dwi Widiyanto untuk menutup selisih tabungan nasabah yang digunakan kepentingan pribadi pegawai bank.

"Ada almarhum Joko Triono sebesar Rp 67,8 juta, Maskasno sebesar Rp 128,5 juta, dan Bambang Sanyoto sebesar Rp 118,3 juta," katanya

Selain itu, juga digunakan untuk angsuran kredit almarhum Joko Triyono Rp 175 juta dan Maskasno Rp 94,8 juta.

Baca juga: Kades Tersangka Korupsi Dana Desa Mengaku Setor Uang ke Oknum Anggota DPRD Tasikmalaya

Jumlah totalnya kurang lebih Rp 584 juta.

Sedangkan sisanya lanjut M Habib, berdasarkan keterangan Sunarti dan Dwi Widiyanto digunakan untuk menutup kredit instansi, memberi hadiah, membayar kredit macet atau memperbaiki NPL, cash back, dan deposito nasabah.

Untuk sementara para korban kini masih melakukan audiensi dengan Dirut Bank Salatiga yang baru yakni Dartho Supriyadi.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Uang Dikorupsi, Puluhan Nasabah Bank Salatiga Gelar Aksi Tuntut Pengembalian.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani 'Rapid Test'

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani "Rapid Test"

Regional
Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Regional
Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Regional
Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Regional
Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Regional
Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Regional
Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Regional
Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Regional
New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

Regional
Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Regional
Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Regional
Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Regional
Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Regional
Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Regional
Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X