Diduga Jantung Bocor, Bayi 13 Bulan Anak Penjual Ikan Kondisinya Kian Lemah

Kompas.com - 28/06/2019, 12:16 WIB
Bayi perempuan Assyfa Putri Zaskia yang diduga mengidap jantung bocor di Pangkal Pinang, Jumat (28/6/2019). KOMPAS.com/HERU DAHNURBayi perempuan Assyfa Putri Zaskia yang diduga mengidap jantung bocor di Pangkal Pinang, Jumat (28/6/2019).

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Tangis Assyfa Putri Zaskia (13 bulan) berulangkali pecah. Sang ibu, Anita, langsung menariknya ke gendongan dan memberikan ASI.

Sebentar kemudian, Assyfa kembali menangis. Ibunya terus berusaha menenangkan dengan menyusui.

Anak ketiga pasangan Edy Damhuri dan Anita itu sejak dua bulan terakhir diduga menderita jantung bocor.

"Kadang nangis dan denyut nafasnya lemah. Berat badannya juga kurang," kata Edy, kepada Kompas.com, di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (28/6/2019).

Baca juga: Mikaila, Bayi 5 Bulan Putri Penjual Gorengan Derita Jantung Bocor

Warga Kelurahan Opas yang sehari-hari bekerja sebagai penjual ikan itu mengaku kaget saat anaknya dinyatakan mengidap jantung bocor.

Dia menuturkan, selama kehamilan hingga proses melahirkan tidak ada gejala aneh.

Namun, belakangan kondisi fisik Assyfa terlihat lemah dan pada usia 11 bulan diduga ada kebocoran pada bagian jantung.

Keterangan medis tersebut diperoleh setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bakti Timah.

"Sempat dirawat lalu direkomendasikan untuk dirujuk ke RS Harapan Kita," ujar Edy.

Edy pun mengaku sempat kebingungan karena di satu sisi ia harus tetap bekerja, sementara jika anaknya dirujuk harus ada keluarga yang mendampingi.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Regional
Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Regional
19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

Regional
Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Regional
Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Regional
Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Regional
Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat 'Ngantor' Mulai 15 Juli

Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat "Ngantor" Mulai 15 Juli

Regional
Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Perkosaan Didamping Keluarga

Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Perkosaan Didamping Keluarga

Regional
Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Regional
Pemkot Mataram Izinkan Keluarga Ikuti Proses Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Pemkot Mataram Izinkan Keluarga Ikuti Proses Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Regional
Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Regional
Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Regional
Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Regional
Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Regional
MPLS Tatap Muka SMA/SMK di Kota Tegal Tidak Dilanjutkan

MPLS Tatap Muka SMA/SMK di Kota Tegal Tidak Dilanjutkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X