Kakek Pengendara Becak Motor Cabuli 2 Bocah di Bawah Jembatan

Kompas.com - 27/06/2019, 23:18 WIB
Kapolsek Tegal Timur Kompol Agus Endro (kanan) bersama tersangka menunjukkan barang bukti becak di Mapolsek Tegal Timur, Kamis (27/6/2019). 
Tribun JatengKapolsek Tegal Timur Kompol Agus Endro (kanan) bersama tersangka menunjukkan barang bukti becak di Mapolsek Tegal Timur, Kamis (27/6/2019).

KOMPAS.com – Dengan mengiming-imingi uang Rp 15 ribu, Sutarjo (52) pengendara becak motor (bentor) nekat mencabuli dua anak perempuan berinisial GS (8) dan AJB (8) di bawah Jembatan Sungai Ketiwon Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Dari hasil penyelidikan unit Reskrim Polsek Tegal Timur, Sutarjo melakukan aksi bejatnya pada Selasa (18/6/2019) lalu, sekitar pukul 12.30 WIB.

Kapolsek Tegal Timur Kompol Agus Endro mengatakan, awalnya Sutarjo bertemu kedua korban saat bersepeda di depan KUA Kecamatan Tegal Timur.

Baca juga: Cabuli 2 Siswi SMA, 4 Pemuda di Kupang Ditangkap Polisi

Tersangka yang sedang memangkalkan becaknya di depan KUA, kemudian menghampiri kedua korban.

“Di situ tersangka mengajak korban untuk mengikutinya dengan mengiming-imingi akan memberi uang Rp 15 ribu. Korban pun akhirya mengikuti si tersangka,” kata Endro saat gelar perkara di Polsek Tegal Timur, Kamis (27/6/2019).

Setelah tahu korban mengikutinya, Sutarjo pun melajukan becaknya ke arah Sungai Ketiwon. Ia kemudian mengajak korban duduk di teras rumah kosong dekat jembatan.

Sutarjo berpura-pura akrab dan mengaku sempat menggendong AJB saat masih bayi. Ia kemudian mengajak korban ke bawah jembatan. Di tempat itulah Sutarjo melakukan perbuatan cabulnya.

“Di bawah jembatan, tersangka meminta korban berdiri berjejer, sedangkan dia berjongkok. Dia cium kedua pipi korban sebanyak dua kali. Kemudian menempelkan kemaluannya kepada kemaluan kedua korban hingga keluar sperma,” jelasnya.

Baca juga: Polisi Terbitkan Surat DPO terhadap Guru Silat yang Cabuli Yuniornya

Endro mengatakan, aksi tersangka diketahui setelah adanya laporan dari kedua orangtua korban.

Setelah itu, Unit Reskrim Polsek Tegal Timur melakukan pendalaman. Atas ciri-ciri yang dilaporkan, pihak penyelidik menunjukkan foto tukang becak yang memang sempat tertangkap membawa anak kecil. Ternyata betul, korban AJB mengiyakan foto yang ditunjukan pihak polisi.

“Lalu saat tersangka mendapat jadwal wajib lapor. Penyelidik tanyakan. Sutarjo pun sempat mengelak. Kami cek CCTV, ternyata terekam saat tersangka menggunakan becak motor dan ada dua anak kecil yang mengikutinya. Dia pun tidak bisa mengelak lagi,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, Sutarjo diancam mendapat hukuman maksimal 15 penjara dan minimal lima tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Bejat Kakek Pengendara Betor Cabuli Dua Gadis Usia 8 Tahun, Dilakukan di Bawah Jembatan 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Regional
Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Regional
Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Regional
Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X