Merasa Difitnah, Wali Kota Bima Laporkan Pemilik Akun Facebook ke Polisi

Kompas.com - 27/06/2019, 20:31 WIB
Wali Kota Bima M Lutfi KOMPAS.com/SYARIFUDINWali Kota Bima M Lutfi

BIMA, KOMPAS.com - Wali Kota Bima, M Lutfi melaporkan pemilik akun Facebook berinisial MY ke polisi lantaran difitnah melalui media sosial. 

Kasus dugaan penghinaan dan fitnah yang menyerang secara pribadi wali kota ini diduga dilakukan secara terus menerus. 

Kuasa hukum Wali Kota Bima, Ajwar Anas mengatakan, kasus penghinaan dan fitnah yang menyerang kliennya di media sosial sudah dilaporkan ke Polres Bima Kota pada Rabu (26/6/2019).


"Iya sudah kita laporkan dan sedang ditangani oleh pihak kepolisian," kata Ajwar Anas, Kamis (27/6).

Baca juga: Mantan Gubernur Kalbar Laporkan Akun Facebook yang Diduga Posting Ujaran Kebencian

Menurut dia, pemilik akun MY melakukan dugaan penghinaan, fitnah, dan caci maki terhadap sosok pribadi Wali Kota Bima. Terlapor menulis dalam Facebook. Lanjut Ajwar, dinilai tidak hanya mengkritik kebijakan kliennya sebagai kepala daerah, melainkan menyerang pribadi secara berkelanjutan atau terus menerus.

"Pemilik akun ini sudah keterlaluan. Dia bukan hanya mengkritik klien kami sebagai wali kota, tapi juga menyerang pribadi, menghina, memfitnah dan sebagainnya. Bagi klien kami kalau mau kritik, silahkan saja sepanjang dengan etika yang baik," ujarnya.

Kata dia, kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap orang nomor satu di Kota Bima itu sudah berlangsung sejak April 2019. Namun baru dilaporkan ke polisi pada Rabu pagi.

Baca juga: GP Ansor Laporkan Akun Facebook Penghina Ulama

Awalnya, kata Ajwar, kliennya mencoba bersabar dan tidak akan melaporkan kasus tersebut. Namun setelah dibiarkan, MY bukannya diam, ia malah menjadi-jadi hingga akhirnya digirig ke meja hukum.

"Sebenarnya, klien saya tidak ingin melapor. Pak wali itu awalnya cukup sabar, tapi pelaku malah makin hari makin jadi dan melakukan fitnah secara terus menerus dan tidak bisa ditoleril lagi," katanya.

"Namanya juga Pak Lutfi manusia biasa, pasti ada emosi, marah dan sebagainya. Makanya dilaporkan ke polisi," sambungnya.

Baca juga: Viral Akun Facebook Tawarkan Adopsi Bayi karena Tak Mampu Bayar Biaya Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Hilmi Manossoh Prayugo mengatakan, kasus dugaan penghinaan kepala daerah ini segera ditindaklanjuti dengan memanggil saksi ahli.

Tidak hanya itu, polisi juga akan memanggil para netizen yang ikut menanggapi status Facebook pemilik akun yang dilaporkan.

"Kami akan memproses kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Hilmi.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Istri Ridwan Kamil: Masih Ada Warga Jabar Hanya Makan Kecap dan Kerupuk

Istri Ridwan Kamil: Masih Ada Warga Jabar Hanya Makan Kecap dan Kerupuk

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi | Veronica Koman Angkat Bicara

[POPULER NUSANTARA] Viral Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi | Veronica Koman Angkat Bicara

Regional
Cerita Satu Keluarga Korban Asap di Pekanbaru Mengungsi, Ogah Pulang karena Batuk dan Pusing

Cerita Satu Keluarga Korban Asap di Pekanbaru Mengungsi, Ogah Pulang karena Batuk dan Pusing

Regional
5 Fakta Dampak Kabut Asap Karhutla, Udara Tak Sehat hingga Menyiksa Rakyat

5 Fakta Dampak Kabut Asap Karhutla, Udara Tak Sehat hingga Menyiksa Rakyat

Regional
Duduk Perkara Kecelakaan Tol Jogorawi, Hendak ke Gereja dan Mobil Pecah Ban Belakang

Duduk Perkara Kecelakaan Tol Jogorawi, Hendak ke Gereja dan Mobil Pecah Ban Belakang

Regional
Diduga Terpapar Kabut Asap, Bayi Umur 4 Bulan di Sumsel Meninggal

Diduga Terpapar Kabut Asap, Bayi Umur 4 Bulan di Sumsel Meninggal

Regional
Operator Alat Berat Tewas Dalam Lubang Tambang Timah

Operator Alat Berat Tewas Dalam Lubang Tambang Timah

Regional
Sumsel Minta Tambahan Helikopter Pengebom Air untuk Atasi Karhutla

Sumsel Minta Tambahan Helikopter Pengebom Air untuk Atasi Karhutla

Regional
BPBD Sumsel Tambah 100 Personel Padamkan Api di Kebun Raya Sriwijaya

BPBD Sumsel Tambah 100 Personel Padamkan Api di Kebun Raya Sriwijaya

Regional
TPAS Terbakar, Kota Makassar Diselimuti Asap Pekat

TPAS Terbakar, Kota Makassar Diselimuti Asap Pekat

Regional
Gubernur Sumsel Serius Atasi Karhutla

Gubernur Sumsel Serius Atasi Karhutla

Regional
Rumah Rusak Berat akibat Ledakan di Mako Brimob Semarang Diperbaiki

Rumah Rusak Berat akibat Ledakan di Mako Brimob Semarang Diperbaiki

Regional
Pernyataan Lengkap Gojek soal Penutupan Operasional di Bandar Lampung

Pernyataan Lengkap Gojek soal Penutupan Operasional di Bandar Lampung

Regional
Mahasiswa dan Masyarakat di Bali Nyalakan Lilin Tolak Revisi UU KPK

Mahasiswa dan Masyarakat di Bali Nyalakan Lilin Tolak Revisi UU KPK

Regional
Mahfud MD Minta Masyarakat Jangan 'Under Estimate' Dulu ke Firli Cs...

Mahfud MD Minta Masyarakat Jangan 'Under Estimate' Dulu ke Firli Cs...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X