Situs Purbakala Ditemukan di Jombang, Pemkab Tunggu Rekomendasi BPCB

Kompas.com - 27/06/2019, 19:26 WIB
Hasil foto udara lokasi penemuan situs purbakala di Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, oleh tim dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. MOH. SYAFIÍ/DOK. BPCB JATIMHasil foto udara lokasi penemuan situs purbakala di Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, oleh tim dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

JOMBANG, KOMPAS.com - Batu bata kuno yang ditengarai sebagai benda cagar budaya ditemukan oleh penggali tanah di Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Maret 2019 lalu.

Penemuan itu, pada pekan lalu ditindaklanjuti dengan observasi awal oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, didampingi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Jombang.

Hasil observasi awal menunjukkan tumpukan bata kuno yang terstruktur sebagai bekas dinding tersebut merupakan benda cagar budaya. Bata kuno yang ditemukan, identik dengan peninggalan era kerajaan Majapahit.

Atas temuan itu, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), masih menunggu rekomendasi dari BPCB Jawa Timur, untuk menentukan langkah berikutnya terkait pengamanan dan pelestarian situs Kedaton.

"Kemarin kami sudah mengecek ke lokasi bersama arkeolog dari BPCB. Untuk langkah selanjutnya, kami menunggu rekomendasi dari BPCB," ujar Anom Antono, kasi Sejarah dan Budaya Dikbud Jombang, saat ditemui di kantornya, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: Penemuan Bata Kuno di Pakis Mojokerto, Diduga Kawasan Keraton Majapahit

Anom mengungkapkan, tidak adanya arkeolog atau tenaga ahli di Kabupaten Jombang membuat pihaknya harus menunggu kajian dan rekomendasi dari BPCB Jatim di Trowulan Kabupaten Mojokerto.

Selain tidak memiliki ahli ataupun arkeolog, kewenangan Pemkab Jombang untuk menangani penemuan benda-benda cagar budaya juga terkendala regulasi. Sejauh ini, Pemkab Jombang belum memiliki regulasi dalam bentuk peraturan daerah (Perda) terkait cagar budaya. 

"Karena kami gak punya arkeolog, jadi jika ada penemuan benda cagar budaya kami langsung koordinasi dan meminta fasilitasi BPCB," beber Anom.

Sembari menunggu kajian dan rekomendasi BPCB, tambah Anom, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk pengamanan situs Kedaton.

"Sudah kami koordinasikan dengan pemerintah desa, pemilik tanah dan pihak-pihak terkait agar situs yang ditemukan dijaga dan dirawat, agar jangan sampai rusak, 

Peninggalan Era Majapahit

Arkeolog dari BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho menjelaskan, bata kuno yang ditemukan di Dusun Kedaton Kabupaten Jombang, terstruktur sebagai bekas dinding dan ditemukan di kedalaman 160 centimeter dari permukaan tanah.

Dari observasi awal, bata kuno tersebut memiliki tekstur, motif dan ukuran yang identik dengan bata kuno pada zaman kerajaan Majapahit. 

"Kalau dilihat dari ukurannya, identik dengan peninggalan Majapahit," ujar Wicaksono, saat ditemui di kantor BPCB Jatim di Trowulan, Rabu (26/6/2019).

"Bata yang kami duga sebagai benda cagar budaya tersebut memiliki panjang 31 centimeter, tebalnya 5 sampai 6 centimeter, lebar 21 centimeter," lanjut Wicaksono memaparkan hasil observasi awal terhadap situs Kedaton.

Namun, untuk memastikan apa bentuk situs yang baru ditemukan tersebut, BPCB masih perlu melakukan observasi lanjutan hingga melakukan ekskavasi. Apalagi, penemuan situs Kedaton diduga memiliki keterkaitan dengan situs Sugihwaras yang lokasinya saling berdekatan. 

Baca juga: 5 Fakta Bata Kuno di Mojokerto, Diduga Milik Bangsawan Majapahit hingga Benda Asal Dinasti Ming

Untuk sementara ini, ujar Wicaksono, pihaknya masih berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk pengamanan situs purbakala yang baru ditemukan. Selain itu, BPCB juga akan mempelajari regulasi tentang pelestarian cagar budaya yang dimiliki Pemkab Jombang.

"Jadi, sambil menunggu hasil kajian ataupun ekskavasi, kami berkoordinasi dengan Pemkab Jombang, Pemerintah Desa Bulorejo, Pemerintah Desa Sugihwaras, termasuk dengan pemilik lahan dan juga penambang pasir. Nanti kita juga lihat regulasi di Pemda seperti apa," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tantang Petahana, PKB Usung Cucu Pendiri NU di Pilkada Kabupaten Malang

Tantang Petahana, PKB Usung Cucu Pendiri NU di Pilkada Kabupaten Malang

Regional
Seorang Remaja Cabuli Pacarnya, Terungkap Saat Orangtua Periksa Ponsel Korban

Seorang Remaja Cabuli Pacarnya, Terungkap Saat Orangtua Periksa Ponsel Korban

Regional
Jubir Komite Peralihan Aceh: Pengibaran Bendera Bulan Bintang Sesuai Aturan

Jubir Komite Peralihan Aceh: Pengibaran Bendera Bulan Bintang Sesuai Aturan

Regional
Listrik di Pekanbaru Padam karena Gangguan Transmisi, PLN Minta Maaf

Listrik di Pekanbaru Padam karena Gangguan Transmisi, PLN Minta Maaf

Regional
Ketua DPRD Jabar: 7 Anggota Dewan yang Positif Covid-19 Karantina Mandiri

Ketua DPRD Jabar: 7 Anggota Dewan yang Positif Covid-19 Karantina Mandiri

Regional
Bantah Didorong Risma, Fuad Belum Minta Restu untuk Maju di Pilkada Surabaya

Bantah Didorong Risma, Fuad Belum Minta Restu untuk Maju di Pilkada Surabaya

Regional
Seorang Warga Ditembak OTK, TNI-Polri Kejar Pelaku

Seorang Warga Ditembak OTK, TNI-Polri Kejar Pelaku

Regional
Detik-detik Laode Ditembak dari Belakang oleh Orang Tak Dikenal Saat Jaga Warung

Detik-detik Laode Ditembak dari Belakang oleh Orang Tak Dikenal Saat Jaga Warung

Regional
Seorang ASN Curi Uang Nasabah dengan Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi

Seorang ASN Curi Uang Nasabah dengan Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sangihe, Sulut, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sangihe, Sulut, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Seorang Warga Ditembak di Intan Jaya, Papua, Pelaku Pura-pura Pinjam Pulpen

Seorang Warga Ditembak di Intan Jaya, Papua, Pelaku Pura-pura Pinjam Pulpen

Regional
Ridwan Kamil Tegaskan Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Siapkan Dulu Fisik

Ridwan Kamil Tegaskan Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Siapkan Dulu Fisik

Regional
Kisah Mbah Khotimah, Uang dan Dagangan Dibawa Kabur Penipu, Terpaksa Pulang Berjalan Kaki

Kisah Mbah Khotimah, Uang dan Dagangan Dibawa Kabur Penipu, Terpaksa Pulang Berjalan Kaki

Regional
Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Regional
Siap Maju Pilkada, Putra Sulung Risma Mengaku Masuk Dalam Survei Internal PDI-P

Siap Maju Pilkada, Putra Sulung Risma Mengaku Masuk Dalam Survei Internal PDI-P

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X