PPDB SMA, Lurah di Kota Magelang Dilarang Keluarkan Surat Keterangan Domisili

Kompas.com - 27/06/2019, 17:30 WIB
Sejumlah calon siswa baru sedang mengantre mengumpulkan berkas PPDB di SMA Negeri 1 Kota Magelang, Kamis (27/6/20/2019). KOMPAS.com/IKA FITRIANA Sejumlah calon siswa baru sedang mengantre mengumpulkan berkas PPDB di SMA Negeri 1 Kota Magelang, Kamis (27/6/20/2019).

MAGELANG, KOMPAS.com - Para lurah di Kota Magelang, Jawa Tengah, diinstruksikan untuk tidak mengeluarkan surat keterangan domisili bagi warga atau calon siswa baru yang hendak mendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) SMA tahun ajaran 2019/2020.

Hal ini berdasarkan pengalaman pada PPDB SMP beberapa waktu lalu yang telah menerapkan sistem zonasi. 

Banyak warga yang memanfaatkan surat keterangan domisili untuk mendekatkan dengan sekolah tujuan.


"Pemkot Magelang sudah menginstruksikan agar lurah tidak mengeluarkan surat keterangan domisili. Sama sekali tidak boleh. Kami sudah rapat koordinasi dengan camat, lurah, dan instansi terkait," jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Taufiq Nurbakin, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: Server Sering Down, Panitia PPDB Online Terpaksa Kumpulkan Berkas Pendaftar

Ini juga menjadi langkah antisipatif Pemkot Magelang agar masyarakat tidak menyerbu hanya di satu sekolah saja.

"Ada sekolah yang banyak diminati, misalnya SMA Negeri 1, masyarakat akan berbondong-bondong mencari surat keterangan domisili yang tidak semestinya. Jadi kami sikapi seperti itu," ujar Taufiq.

Dia mengatakan, meskipun PPDB tingkat SMA/SMK merupakan kewenangan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan petunjuk teknis (juknis) dari Kepala Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, namun pemerintah daerah juga terlibat dalam sosialisasi.

"Kami ikut membantu sosialisasi sampai di tingkat kelurahan. Kamo tetap berupaya sedemikian rupa biar anak-anak Kota Magelang sendiri terfasilitasi," ungkapnya.

Baca juga: DPRD Jabar Temukan Kecurangan dalam PPDB 2019

Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito membenarkan, lurah tidak boleh mengeluarkan surat keterangan domisili demi memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.

"Dalam rangka keadilan, angel (sulit) lho keadilan itu. Karena ada yang sudah tinggal lama tiba-tiba digeser sama yang baru, ya kan?," ucap Sigit.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geledah 2 Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Buku Jihad

Geledah 2 Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Buku Jihad

Regional
Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Regional
Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Regional
Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Regional
Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Regional
Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Regional
Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Regional
Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Regional
Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Regional
“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Regional
Gara-gara 'TeLe ApIK' Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Gara-gara "TeLe ApIK" Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Regional
7 Tahanan Kabur dari Polsek Peusangan Bireuen Dibantu 2 Wanita

7 Tahanan Kabur dari Polsek Peusangan Bireuen Dibantu 2 Wanita

Regional
Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP Jadi Tersangka

Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP Jadi Tersangka

Regional
Pembunuh Sopir Mobil Rental Divonis Mati, Kejari Garut Akan Banding

Pembunuh Sopir Mobil Rental Divonis Mati, Kejari Garut Akan Banding

Regional
Dibesuk Mendikbud, Frans, Siswa SMP Wamena Ceritakan Saat Wajahnya Alami Luka Bakar karena Tolak Ikut Demo

Dibesuk Mendikbud, Frans, Siswa SMP Wamena Ceritakan Saat Wajahnya Alami Luka Bakar karena Tolak Ikut Demo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X