Dipasangi Alat Bantu Pernapasan dan Pipa Makanan, Kondisi Kesehatan Risma Membaik

Kompas.com - 27/06/2019, 17:10 WIB
Dari kiri ke kanan: Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita, Kabag Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser, Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo Joni Wahyuhadi, Kepala Instalasi Rawat Intensif dan Reanimasi RSUD Dr. Soetomo Hardiono, dan Humas RSUD Dr. Soetomo Pesta Patulian saat jumpa pers di Gedung Pelayanan Bedah Terpadu (GPBT) RSUD Dr. Soetomo, Kamis (27/6/2019).  KOMPAS.com/GHINAN SALMANDari kiri ke kanan: Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita, Kabag Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser, Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo Joni Wahyuhadi, Kepala Instalasi Rawat Intensif dan Reanimasi RSUD Dr. Soetomo Hardiono, dan Humas RSUD Dr. Soetomo Pesta Patulian saat jumpa pers di Gedung Pelayanan Bedah Terpadu (GPBT) RSUD Dr. Soetomo, Kamis (27/6/2019). 

SURABAYA, KOMPAS.com - Sudah empat hari ini Wali Kota Surabaya mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Selama itu pula, tren kondisi kesehatannya dinilai berangsur membaik.

Namun, Risma masih harus dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga masih dibantu dengan respirator atau alat pernafasan serta pipa makanan atau sonde.

"Kondisi Ibu Risma stabil dan trennya membaik. Kita lihat pernapasannya, awalnya disupport alat pernapasan 100 persen, sekarang kita berikan 60 persen," ujar Kepala ICU dr Hardiono saat jumpa pers di GBPT RSUD Dr Soetomo, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: Hoaks, Kabar Risma Kritis dan Tak Sadarkan Diri di Rumah Sakit

Berdasarkan prosedur tetap (protap) rumah sakit, ketika pasien dirawat di ruang ICU dan dipasang alat bantu pernapasan, kata Hardiono, maka Risma diberikan obat penenang selama 2x24 jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengungkapkan, obat penenang diberikan lantaran biasanya pasien akan merasa tidak nyaman ketika dipasang sejumlah alat bantu, salah satunya alat pernapasan.

Namun, ia memastikan bahwa situasi itu sangat lazim dan sesuai dengan protap rumah sakit, baik di RSUD Dr Soetomo mau pun di rumah sakit lainnya.

"Karena adanya pipa di mulut, pernapasan jadi enggak nyaman. Jadi memang protapnya diberikan (obat) penenang 2x24 jam," jelasnya.

Baca juga: Separah Apa Kondisi Risma hingga Harus Masuk ICU? Ini Penjelasan RSUD Dr Soetomo

Selain alat pernapasan, Risma dibantu alat bantu makanan berupa sonde. Melalui alat bantu itu, Hardiono menyebut Risma mampu menerima asupan yang diberikan.

"Karena masih ada pipa pernapasan, makannya lewat sonde. Perutnya juga bisa menerima saat diberi makanan," katanya.

Sementara itu, untuk fungsi organnya, Hardiono menyampaikan bahwa fungsi jantung, ginjal, dan saluran pencernaannya baik.

"Jadi sejak awal fungsi jantung dari RSUD Soewandhi bagus, ginjal dan kencingnya bagus. Kemudian fungsi perutnya, diberi makan juga menerima. Itu indikator bagus," sambungnya.

Baca juga: Doa untuk Kesembuhan Ibu Risma...

Pihak RSUD Dr Soetomo dan tim dokter, kata dia, akan berupaya untuk terus mempertahankan kestabilan tubuh Risma, meski juga tidak bisa mendeteksi dini apabila ada perubahan.

Kendati demikian, tim dokter akan melakukan pemantauan penuh terhadap perkembangan kondisi Risma selama 24 jam, sehingga dokter bisa memberikan penanganan terbaik.

Sebelumnya, kesehatan Risma sempat menurun dan dilarikan ke RSUD Dr M Soewandhie pada Selasa (25/6/2019) pagi. Malamnya, Risma kemudian dipindahkan ke RSUD Dr Soetomo untuk mendapat perawatan super intensif.

Dari hasil diagnosa dokter yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr Febria Rachmanita, Risma mengalami sesak napas atau asma, maag akut serta kelelahan.

Risma menderita penyakit asma sejak usianya masih remaja atau belum menikah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.