PPDB 2019, SMA Negeri di Kendal Ini Hanya Diminati 5 Siswa

Kompas.com - 27/06/2019, 16:59 WIB
Kunjungan kerja komisi X DPR RI di Kendal Jawa Tengah. KOMPAS.com/SLAMET PRIYATIN KOMPAS.com/SLAMET PRIYATINKunjungan kerja komisi X DPR RI di Kendal Jawa Tengah. KOMPAS.com/SLAMET PRIYATIN

KENDAL, KOMPAS.com - Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Santoso, mengatakan ada beberapa SMA di Kendal yang kekurangan siswa. Salah satunya SMA Patean yang baru melakukan verifikasi pada 5 siswa dari kuota sebanyak 108 siswa.

Hal tersebut disampaikan Santosa dihadapan Komisi X DPR RI yang berkunjung ke Kabupaten Kendal, Kamis (27/6/2019). Kunjungan Komisi X DPR RI untuk memantau Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

Santoso menyebutkan siswa yang melakukan verifikasi di SMAN 1 Kendal ada 381 dari 408 kuota. Di SMAN 1 Singorojo, siswa yang melakukan verifikasi ada 145 dari kuota 180 siswa.

Baca juga: Server Sering Down, Panitia PPDB Online Terpaksa Kumpulkan Berkas Pendaftar

Di SMAN 1 Limbangan ada 204 siswa dari kuota 216. SMAN 1 Rowosari, siswa yang melakukan verifikasi ada 102 dari kuota 252. SMAN Gemuh ada 235 siswa dari kuota 252, SMAN 2 Kendal ada 163 siswa dari kuota 396, SMAN 2 Sukorejo ada 38 siswa dari kuota 216.

Sedangkan SMA Patean siswa yang melakukan verifikasi baru 5 siswa dari kuota 108 siswa.

“Berbeda dengan daerah lain di Jawa Tengah, khususnya di Kendal tidak terjadi antrian saat melakukan verifikasi,” kata Santoso.

Santoso, menjelaskan, kondisi PPDB 2019 di SMAN berbeda dengan di SMKN. Jika di SMAN masih banyak yang kekurangan siswa, di SMKN jumlah siswa yang mendaftar membludak.

Bahkan dari tujuh SMK yang ada di Kendal, hanya satu SMK yang kuotanya sama dengan siswa yang melakuakn verifikasi.

Baca juga: DPRD Jabar Temukan Kecurangan dalam PPDB 2019

“SMKN 2 Kendal paling diminati. Siswa yang melakukan verifikasi di SMKN 2 Kendal itu ada 961. Padahal kuotanya hanya 254 siswa,” akunya.

Terkait dengan hal itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kendal, Sunarto, mengatakan PPDB 2019 di Kendal dengan menggunakan zonasi tidak ada masalah. Sebab apabila ada sekolah yang kelebihan siswa, bisa disalurkan ke sekolah lain yang jaraknya dekat dengan rumah siswa.

Sementara itu, anggota komisi X DPR RI, Nurahman, pihaknya akan melakukan evaluasi PPDB 2019. Ia mengatakan, sistem zonasi dalam PPDB 2019 bisa membuat anak malas belajar sebab mereka akan sekolah dekat dengan rumah. Selain itu, banyaknya sekolah yang kurang murid akan menjadi perhatian.

“Termasuk sistem pendaftaran online juga akan kami evaluasi,” ujarnya.

Baca juga: Hanya 25 Siswa yang Mendaftar PPDB di SMKN 14 Bekasi

Selain itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, mengaku pihaknya akan melakukan evaluasi, baik PPDB dengan menggunakan sistem zonasi, online, maupun sekolah yang kekurangan siswa. Bisa jadi, sekolah yang kekurangan siswa itu, karena banyaknya sekolah di daerah itu.

"Jadi bisa mungkin sekolah tersebut dijadikan satu atau di merger," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persiapan Vaksinasi Covid-19, Dokter dan Perawat di Banyumas Ikuti Pelatihan

Persiapan Vaksinasi Covid-19, Dokter dan Perawat di Banyumas Ikuti Pelatihan

Regional
Ngebut, Pajero Tabrak 1 Mobil dan 2 Motor di Jembatan Ampera, 2 Terluka

Ngebut, Pajero Tabrak 1 Mobil dan 2 Motor di Jembatan Ampera, 2 Terluka

Regional
Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Regional
Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Regional
3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

Regional
Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Regional
Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Regional
Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Regional
Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Regional
Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Regional
Video Viral Warga Jarah Muatan Truk yang Terguling, Ini Faktanya

Video Viral Warga Jarah Muatan Truk yang Terguling, Ini Faktanya

Regional
Melihat Rumah Singgah Anak Penderita Kanker di Aceh, Saat Pasien Layaknya Keluarga

Melihat Rumah Singgah Anak Penderita Kanker di Aceh, Saat Pasien Layaknya Keluarga

Regional
'Jangan Sia-siakan Pengorbanan Tenaga Kesehatan'

"Jangan Sia-siakan Pengorbanan Tenaga Kesehatan"

Regional
Gunung Semeru Meletus, Seluruh Pendaki Dipastikan Sudah Turun

Gunung Semeru Meletus, Seluruh Pendaki Dipastikan Sudah Turun

Regional
Gunung Semeru Meletus, Truk dan Alat Berat Penambang Pasir di Lumajang Terjebak Lahar Panas

Gunung Semeru Meletus, Truk dan Alat Berat Penambang Pasir di Lumajang Terjebak Lahar Panas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X