Pedagang Pasar Pawai Pakai Baju Adat ketika Pindah Boyongan

Kompas.com - 27/06/2019, 16:16 WIB
Iringan pedagang pasar Teteg Kulon, Kota Wates, Kulon Progo, Daerah Istimwa Yogyakarta. Mereka dalam rangka pindah ke pasar tradisional yang baru sambil diiringi dengan hadrah atau kesenian bernafaskan Islam khas Kulon Progo dan gending Jawa. Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, meresmikan pasar baru ini. Pemerintah Kulon Progo berniat merevitalisasi lebih dari 6 pasar tradisional hingga tahun 2022, baik pindah mauoun renovasi. Dua di antaranya sudah pindah tanpa hambatan tahun ini.KOMPAS.com/DANI J Iringan pedagang pasar Teteg Kulon, Kota Wates, Kulon Progo, Daerah Istimwa Yogyakarta. Mereka dalam rangka pindah ke pasar tradisional yang baru sambil diiringi dengan hadrah atau kesenian bernafaskan Islam khas Kulon Progo dan gending Jawa. Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, meresmikan pasar baru ini. Pemerintah Kulon Progo berniat merevitalisasi lebih dari 6 pasar tradisional hingga tahun 2022, baik pindah mauoun renovasi. Dua di antaranya sudah pindah tanpa hambatan tahun ini.

KULON PROGO, KOMPAS.com – Pedagang pasar tradisional boyongan pindah diwarnai dengan  kirab.

Mereka pakai kostum adat dan jalan beriringan menuju lokasi pasar yang baru di sebelah Barat dari palang pintu kereta api di Kota Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ratusan pedagang berbaris rapi sambil diiringi hadrah atau kesenian bernafaskan Islam khas Kulon Progo.

Boyongan pedagang menarik perhatian warga Wates. Para pedagang itu mempercantik diri dalam balutan baju adat Jawa.


Perempuan pedagang pakai kebaya dan jarit. Beberapa di antaranya ada yang mengenakan sanggul.

Beberapa pria mengenakan blangkon, surjan, jarit tanpa keris menyelip di pinggang. Semua orang mengenakan sandal.

Baca juga: Semua Sampel Ikan Asin di Pasar Tradisional Purbalingga Mengandung Formalin

Beberapa pedagang berjalan sambil menenteng beberapa dagangannya. "Sekalian nguri-uri kabudayan saja,” kata Kasinem, 54 tahun, warga Desa Ngento, Kecamatan Pengasih, di tengah boyongan, Kamis (27/6/2019). Kasinem pedagang nasi rames.

Pasar yang dikenal sebagai Pasar Teteg Kulon atau sebelah Barat dari pintu kereta api, pindah 600 meter dari tempat semula.

Teteg Kulon sendiri berada di tengah kota atau hanya sekitar 100 meter dari alun-alun Wates.

Terdapat 47 pedagang los dan 24 pedagang kios di pasar ini. Itu belum termasuk pedagang yang lesehan.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X