Pasar Tradisional di Bandung, 99 Persen Instalasi Kelistrikannya Bermasalah

Kompas.com - 26/06/2019, 23:53 WIB
Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung menunjukkan sambungan listrik tanpa meteran yang berpotensi menjadi penyebab kebakaran di Pasar Sederhana, Rabu (26/6/2019). KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA.Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung menunjukkan sambungan listrik tanpa meteran yang berpotensi menjadi penyebab kebakaran di Pasar Sederhana, Rabu (26/6/2019).

“Permasalahan masih sama, menyangkut jaringan listrik. Kalau tidak ada meteran rentan terjadi arus pendek karena arus besar jadi beban kepada kabel yang kebanyakan tidak standar,”akunya.

Terkait banyaknya kios yang tidak menggunakan meteran listrik, Diskar PB mengimbau kepada PD Pasar selaku pengelola pasar tradisional di Kota Bandung untuk berkoordinasi dengan PLN.

“PD Pasar harus berkomunikasi dengan pihak PLN, kalau bisa segera dipasang meter sebagai kontrol. Jadi kalau ada arus pendek bisa langsung mati (padam listrik),” ujarnya.

Selain masalah kelistrikan, Diskar PB juga mengimbau kepada PD Pasar dan pengelola Pasar Sederhana untuk membuat jalur evakuasi jika terjadi kebakaran.

Imbauan lainnya adalah menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap kios.

“Yang belum kami lihat adalah jalur evakuasi. Harusnya ada petunjuk arah untuk pedagang dan pengunjung agar bisa mengakses assembly point atau tempat berhimpun. Pengelola juga harus menyediakan jaringan pipa hidran kedalaman radius minimal 200 meter agar memudahkan petugas pemadam, kebakaran,” tandasnya.

Baca juga: Hidran Macet, Warga Tampung Air di WC untuk Padamkan Api di Pasar Manis Ciamis

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di tempat yang sama, Dewi Lidia, Kepala Pasar Sederhana selaku perwakilan PD Pasar Bermartabat mengatakan, pihaknya akan mengikuti arahan dari pihak Diskar PB untuk menyediakan jalur evakuasi dan memperbanyak jumlah APAR.

Terkait banyaknya kios yang kedapatan belum menggunakan meteran listrik, Lidia beralasan hal tersebut dikarenakan pasca kebakaran Pasar Sederhana pada tahun 2018 lalu banyak pedagang yang terimbas mengajukan pemasangan listrik baru.

Namun, pihaknya hingga saat ini belum memberikan rekomendasi pemasangan jaringan listrik kepada para pedagang lantaran pengelola tengah berupaya untuk membuat standar operasional baru.

“Pascakebakaran PD Pasar ada regulasi baru kepada pedagang yang belum paham bagaimana pakai kabel yang benar. Jadi ketika mau pasang listrik biasanya rekomendasi dari kita. Tapi kita tahan dulu karena penyebab kebakaran sebelumnya dari listrik. Tapi ternyata banyak pedagang tidak sabar akhirnya datang sendiri ke PLN tanpa rekomedasi dari kami,” ungkapnya.

Dewi pun menjanjikan bakal segera melakukan koordinasi dengan pihak PLN untuk menertibkan kios yang belum pakai meteran.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X