Jelang Putusan MK, Polisi dan TNI Imbau Warga Jateng Tak ke Jakarta

Kompas.com - 26/06/2019, 19:36 WIB
Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, KH Ahmad Muwafiq dan Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamaf Effendi dalam acara Doa untuk Negeri dan Silaturahmi TNI-Polri dengan Masyarakat di depan Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/6/2019) sore. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, KH Ahmad Muwafiq dan Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamaf Effendi dalam acara Doa untuk Negeri dan Silaturahmi TNI-Polri dengan Masyarakat di depan Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/6/2019) sore.

SOLO, KOMPAS.com - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengimbau masyarakat Jateng untuk tidak berangkat ke Jakarta saat sidang putusan sengketa Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dia pun mengajak masyarakat untuk menunggu dan menghormati hasil putusan MK.

"Tidak perlu berangkat ke Jakarta. Karena para pemimpin kita di Jakarta sudah menyampaikan tidak perlu berangkat ke Jakarta," kata Rycko dalam acara "Doa untuk Negeri dan Silaturahmi TNI-Polri dengan Masyarakat" di depan Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/6/2019) sore.

Rycko mengatakan telah memberikan penjelasan dan penerangan kepada masyarakat agar tidak berangkat ke Jakarta.

"Kita sudah mendapatkan pengalaman yang lalu. Saudara-saudara kita yang ke Jakarta setelah berkumpul menjadi massa, perilaku individunya berubah menjadi massa. Mudah diprovokasi, akhirnya dibenturkan, akhirnya menjadi korban," tuturnya.

Baca juga: Kapolda Jabar soal Putusan MK: Tak Usah ke Jakarta, Nonton Saja di TV

Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mochamaf Effendi menambahkan, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menjaga iklim kondusif menjelang sidang putusan sengketa Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Salah satu kita mengantisipasi sore ini dari Solo. Menciptakan Solo yang damai, Jawa Tengah damai, Indonesia damai. Solo tanpa kekerasan, Jawa Tengah tanpa kekerasan, Indonesia tanpa kekerasan. Dan, itu harus dilakukan semua komponen masyarakat," tandasnya.

Acara doa untuk negeri dihadiri ribuan peserta dari unsur TNI, Polri, masyarakat, organisasi masyarakat, dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di Solo Raya.

Baca juga: Jelang Sidang Putusan MK, Polisi Razia Kendaraan di Pintu Tol Pandaan-Malang

Acara tersebut juga diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh ulama asal Yogyakarta, KH Ahmad Muwafiq atau lebih dikenal dengan Gus Muwafiq.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Sukiyah, 27 Tahun Berdiam di Rumah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus

Kisah Sukiyah, 27 Tahun Berdiam di Rumah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus

Regional
Pelajar Bunuh Begal Divonis Pembinaan Setahun, Ayah: Saya Terima dengan Lapang Dada..

Pelajar Bunuh Begal Divonis Pembinaan Setahun, Ayah: Saya Terima dengan Lapang Dada..

Regional
Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Regional
Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Regional
3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

Regional
Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Regional
Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Regional
Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Regional
Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Regional
Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Regional
Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Regional
8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

Regional
Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Regional
Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Regional
Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X