Tertimbun Pasir, Seorang Penambang Hilang di Sungai Klawing

Kompas.com - 26/06/2019, 19:17 WIB
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Sukismo, seorang penambang pasir sungai asal Desa Tejasari, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, yang tenggelam di aliran Sungai Klawing, Rabu (26/6/2019).  Dok Humas Polres Purbalingga Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Sukismo, seorang penambang pasir sungai asal Desa Tejasari, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, yang tenggelam di aliran Sungai Klawing, Rabu (26/6/2019).

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Seorang penambang pasir sungai asal Desa Tejasari, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, tenggelam di aliran Sungai Klawing, Rabu (26/6/2019).

Korban bernama Sukismo tenggelam saat tengah memperbaiki pipa sedot yang rusak saat menambang pasir di dasar sungai.

Kapolsek Bukateja, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus Triyono mengatakan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Dari keterangan beberapa saksi, korban diketahui tengah melakukan aktivitas penambangan pasir di lokasi.


Baca juga: Rakit Terbalik, Seorang Anak Tewas Tenggelam di Kali Ciliwung

Agus menjelaskan, korban dan beberapa rekannya menambang pasir di dasar sungai menggunakan alat sedot. Sebelum kejadian, pipa sedot yang terhubung ke mesin tiba-tiba macet.

"Korban kemudian menyelam untuk memperbaiki pipa tersebut. Namun saat korban sedang menyelam, pasir yang telah ditambang gugur dari atas perahu, kuat dugaan pasir itu menimbun korban di dalam air," ujarnya.

Warga setempat kemudian melaporkan kejadian tersebut ke petugas keamanan. Polisi, TNI dan Tim SAR pun diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mencari keberadaan korban.

Anggota Tim SAR Gabungan, Wahyudi menjelaskan, regu pertama melakukan pencarian dengan menyelam di titik korban tenggelam. Sementara regu kedua menyusuri sungai dengan perahu karet.

Baca juga: Lubang Bekas Tambang Batu Bara Makan Korban, Siswa SD Tewas Tenggelam

"Jika korban tertimbun pasir, kemungkinan tubuhnya masih berada di lokasi saat dia menyelam. Tapi bisa juga korban terseret arus sungai," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih belum berhasil menemukan keberadaan korban. Operasi pencarian kemungkinan akan dilanjutkan pada Kamis (27/6/2019).

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X